Pembatasan Aktivitas Warga, Bikin Pelaku Usaha di Depok Menangis

Kamis, 10 September 2020 - 08:51 WIB
“Kita hanya punya rata-rata 400 orang per harinya, padahal kondisi normal bisa 3.000 orang yang masuk. Jadi boro-boro penuh, ramai pun enggak untuk saat ini,” akunya. (Baca juga; PSBB Kembali ke Awal, Asphija: Angin Surga Berlalu )

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Depok, Sutikno Pariyoto mengatakan, pemberlakuan jam pembatasan aktivitas warga jelas berdampak pada pelaku usaha. Dia sudah menerima banyak keluhan dari pengusaha retail di Depok.

“Pasti banyak yang sudah PHK karena gak kuat bayar pegawai kalau begini. Bisa bayangin ribuan orang pekerja yang baru menikmati sekitar 2 bulan kerja eh sekarang di-cut lagi,” katanya. (Baca juga; Jakarta Kembali ke PSBB, PT KAI : Penerapan Protokol Kesehatan Kami Jauh Lebih Ketat )

Pihaknya mendukung menjadi kebijakan pemerintah, namun di sisi lain juga ingin agar keberlangsungan dunia usaha diperhatikan. Dengan kondisi yang terjadi saat ini, dipastikan banyak pelaku usaha gulung tikar.

“Kita ngerti, kita pasti dukung kebijakan pemerintah. Tapi bisalah sedikit dipertimbangkan masalah ekonomi. Karena habis magrib adalah ladangnya orang belanja. Contoh orang pulang kerja mau makan dulu sebentar, atau belanja pakaian, minumlah, itu habis pulang kerja,” ungkapnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!