LBH Ansor Jatim Dampingi Warga Kaligoro Tuntut Keadilan atas Kematian Alfan
Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:58 WIB
Saat ditanya soal kemungkinan keterlibatan aparat dalam kasus ini, Syahid tidak berspekulasi lebih jauh. Namun ia menilai terdapat indikasi kuat ketidakprofesionalan dalam penanganan perkara. “Saya tidak menyebut ada aparat terlibat, ya. Tapi ketidakprofesionalan itu bisa kami tangkap. Tidak ada SP2HP yang diterbitkan, surat kami tidak dijawab, dan penyidikan berjalan tanpa kejelasan. Itu cukup untuk menunjukkan ada yang tidak beres,” tegasnya.
Terkait langkah selanjutnya, LBH Ansor berkomitmen terus mengawal kasus ini. Mereka mendorong agar Propam dan Wasidik turut memantau jalannya penyidikan, serta membuka opsi membawa kasus ini ke Komnas HAM atau Ombudsman jika tidak ada perkembangan berarti dari kepolisian dan kejaksaan. Baca juga: Garap Bisnis Konveksi di Bandung, Ketum Ansor: BUMA Pecah Telor
Syahid juga menyampaikan pesan moral kepada masyarakat sipil, khususnya kaum muda dan kalangan pesantren, untuk tidak diam dalam menghadapi ketidakadilan. “Kami ingin semua sadar bahwa membela keadilan bukan hanya urusan hukum, tapi juga urusan kemanusiaan. Santri, pemuda, masyarakat sipil, semua harus ikut mengawal,” pungkasnya.
Aksi berlangsung tertib dengan penjagaan dari aparat kepolisian. Warga membawa poster dan spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Kematian Alfan!” dan “Jangan Matikan Keadilan!” sebagai bentuk protes terhadap lambannya proses hukum dan seruan untuk menegakkan kebenaran.
Terkait langkah selanjutnya, LBH Ansor berkomitmen terus mengawal kasus ini. Mereka mendorong agar Propam dan Wasidik turut memantau jalannya penyidikan, serta membuka opsi membawa kasus ini ke Komnas HAM atau Ombudsman jika tidak ada perkembangan berarti dari kepolisian dan kejaksaan. Baca juga: Garap Bisnis Konveksi di Bandung, Ketum Ansor: BUMA Pecah Telor
Syahid juga menyampaikan pesan moral kepada masyarakat sipil, khususnya kaum muda dan kalangan pesantren, untuk tidak diam dalam menghadapi ketidakadilan. “Kami ingin semua sadar bahwa membela keadilan bukan hanya urusan hukum, tapi juga urusan kemanusiaan. Santri, pemuda, masyarakat sipil, semua harus ikut mengawal,” pungkasnya.
Aksi berlangsung tertib dengan penjagaan dari aparat kepolisian. Warga membawa poster dan spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Kematian Alfan!” dan “Jangan Matikan Keadilan!” sebagai bentuk protes terhadap lambannya proses hukum dan seruan untuk menegakkan kebenaran.
(poe)
Lihat Juga :