Kisah Mbah Bolong, Murid Sunan Ampel yang Bisa Perlihatkan Kakbah dari Surabaya

Rabu, 09 Juli 2025 - 06:50 WIB
Dalam proses pembangunan Masjid Agung Sunan Ampel yang rampung pada 1421 Masehi, Mbah Shonhaji mendapat tugas penting dari gurunya yakni menentukan arah kiblat dan letak pengimaman.

Pengalaman Shonhaji sebagai nakhoda kapal membuatnya dipandang menguasai ilmu perbintangan dan falak, kemampuan penting untuk menentukan arah kiblat secara presisi.

Namun, setelah pembangunan selesai sempat muncul keraguan dari sebagian masyarakat, bahkan termasuk dari gurunya sendiri. “Apakah benar arah pengimaman ini menghadap ke kiblat?” begitu pertanyaan yang beredar.

Alih-alih marah atau tersinggung, Mbah Bolong merespons dengan tindakan yang mengejutkan. Dia menghunjamkan jarinya ke dinding barat masjid hingga tembus dan membuat sebuah lubang. Kepada para peragu, dia berkata, “Lihatlah ke dalam lubang ini, kalian akan tahu apakah arah pengimaman sudah sesuai kiblat.”

Orang-orang yang mengintip melalui lubang itu mengaku melihat Kakbah di Kota Mekkah. Sejak peristiwa itu, masyarakat mulai menghormatinya dan menjulukinya sebagai Mbah Bolong, istilah dalam bahasa Jawa yang berarti “Orang berlubang”, merujuk pada lubang yang dibuatnya di dinding masjid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!