Kisah Sunan Giri Cegah Raja Mataram Panembahan Senopati Berperang dengan Pangeran Surabaya

Jum'at, 13 Juni 2025 - 06:04 WIB
Dimunculkanlah teka-teki yang diminta keduanya untuk memilih antara isi atau kulitnya. Pangeran Surabaya memilih isinya, Senopati memperoleh kulitnya.

Sunan Giri menyatakan kepada utusannya setelah dia pulang, "... kulit itu adalah tanahnya, isinya orang-orangnya. Apabila orang-orang itu tidak patuh pada pemilik tanah, maka mereka itu diusir." Senopati memang telah memilih yang terbaik.

Serat Kandha mendeskripsikan bagaimana kekuatan tak seimbang antara kubu Panembahan Senopati yang disokong Sunan Giri dengan Pangeran Surabaya. Pertemuan antara kedua pasukan Senopati dan Pangeran Surabaya ini setelah Senopati memohon penegasan Sunan Giri atas pengangkatannya sebagai panembahan.

Setelah itu diputuskan menaklukkan ujung timur Jawa dengan mengirimkan pasukan sebanyak 6.000 orang, berikut juga pamannya. Namun, untuk melawannya Pangeran Surabaya mengumpulkan sekitar 40.000 orang yang berasal dari bupati-bupati di sekitarnya dan terlebih dahulu mengirimkan berita tentang ekspedisi yang akan dilakukan kepada Sunan Giri.

Kubu kedua pasukan berhadapan. Tidak lama kemudian 40 santri dari Giri melalui garis depan datang membawa surat balasan dari Sunan Giri.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!