Kisah Sunan Giri Cegah Raja Mataram Panembahan Senopati Berperang dengan Pangeran Surabaya

Jum'at, 13 Juni 2025 - 06:04 WIB
loading...
Kisah Sunan Giri Cegah...
Sunan Giri pernah mencegah peperangan antara Kerajaan Mataram Islam dengan Pangeran Surabaya. Peristiwa ini terjadi ketika Mataram diperintah Raja Panembahan Senopati. Foto: Ist
A A A
SUNANGiri pernah mencegah peperangan antara Kerajaan Mataram Islam dengan Pangeran Surabaya. Peristiwa ini terjadi ketika Mataram diperintah Raja Panembahan Senopati . Senopati dikenal memiliki kedekatan dengan Sunan Giri.

Pendiri Kerajaan Mataram itu mengirimkan surat kepada Sunan Giri karena kedekatannya. Surat itu dikirimkan Panembahan Senopati melalui utusannya ketika dilantik menjadi raja di Kesultanan Mataram.

Surat itu berisi kepastian tentang ramalan yang pernah disampaikan Sunan Giri kepada Sultan Pajang bahwa dirinya menjadi raja besar di Pulau Jawa.

Baca juga: Kisah Sunan Giri, Walisongo yang Konon Keturunan Nabi Muhammad SAW

Menerima surat itu, Sunan Giri sebagaimana dikutip dari "Awal Kebangkitan Mataram: Masa Pemerintahan Senapati" akhirnya mengundang Senopati untuk memperoleh keyakinan sendiri tentang ketepatan ramalannya dengan cara menyerang Jawa Timur.

Setelah itu ramalan diberikan dan kesimpulannya berbunyi: "Gusti menjadi abdi, abdi menjadi gusti. Buktinya sudah ada di Pajang dan Mataram."

Senapati menerima undangan itu lalu memutuskan, menurut contoh Sultan Pajang, berangkat pada bulan Muharram. Pamannya Dipati Mandaraka membawa para adipati dari Pati, Demak, dan Grobogan ke arah timur sehingga mereka tidak perlu berkumpul di Pajang.

Demikianlah bala tentara itu sampai di Japan yang kini bernama Mojokerto. Di sana muncul pula pasukan Jawa Timur yang dipimpin Pangeran Surabaya yang khawatir Senopati bertujuan menaklukkan semua kerajaan Jawa Timur. Ada pula para bupati dari Jawa Timur dan Madura, sebuah barisan yang beraneka ragam.

Di Mojokerto itu juga sesuai Babad Tanah Jawi tiba seorang utusan Sunan Giri yang mengumpulkan para pemimpin dan priyayi di kubunya. Kepada Senopati dan Pangeran Surabaya yaitu para anak didik Sunan Giri, oleh utusan itu dibacakan surat Sunan Giri yang berisi larangan berperang guna mencegah pertumpahan darah dan menyelamatkan rakyat kecil.

Dimunculkanlah teka-teki yang diminta keduanya untuk memilih antara isi atau kulitnya. Pangeran Surabaya memilih isinya, Senopati memperoleh kulitnya.

Sunan Giri menyatakan kepada utusannya setelah dia pulang, "... kulit itu adalah tanahnya, isinya orang-orangnya. Apabila orang-orang itu tidak patuh pada pemilik tanah, maka mereka itu diusir." Senopati memang telah memilih yang terbaik.

Serat Kandha mendeskripsikan bagaimana kekuatan tak seimbang antara kubu Panembahan Senopati yang disokong Sunan Giri dengan Pangeran Surabaya. Pertemuan antara kedua pasukan Senopati dan Pangeran Surabaya ini setelah Senopati memohon penegasan Sunan Giri atas pengangkatannya sebagai panembahan.

Setelah itu diputuskan menaklukkan ujung timur Jawa dengan mengirimkan pasukan sebanyak 6.000 orang, berikut juga pamannya. Namun, untuk melawannya Pangeran Surabaya mengumpulkan sekitar 40.000 orang yang berasal dari bupati-bupati di sekitarnya dan terlebih dahulu mengirimkan berita tentang ekspedisi yang akan dilakukan kepada Sunan Giri.

Kubu kedua pasukan berhadapan. Tidak lama kemudian 40 santri dari Giri melalui garis depan datang membawa surat balasan dari Sunan Giri.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
BEM PTNU Gelar Mukernas...
BEM PTNU Gelar Mukernas 2025, Presidium Nasional Tekankan Kolaborasi Gerakan
Anomali Krida Toyota:...
Anomali Krida Toyota: Menyulap Dealer 6 Hektar Jadi Resor Otomotif dan Markas Balap Mandalika
Di Panggung FORNAS VIII,...
Di Panggung FORNAS VIII, NTB Dapat Sinyal Positif dari Menpora untuk PON 2028
Rekomendasi
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Berita Terkini
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved