Viral! Guru SMP di Demak Tendang Siswa, Diduga Salah Paham Suara Siulan saat Ujian
Kamis, 12 Juni 2025 - 13:35 WIB
Menurut siswa IB, beberapa siswa di kelas sudah mencoba memberikan penjelasan kepada sang guru. "Kami sudah sampaikan kalau siulan itu dari juru parkir di belakang kelas," ujar IB, Kamis (12/6/2025).
Namun, guru WD tidak memercayai penjelasan tersebut setelah dia memeriksa area luar melalui ventilasi kelas dan tidak menemukan adanya juru parkir. Tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut, sang guru langsung meluapkan amarah kepada siswa GA dengan menendangnya.
Kepala SMPN 1 Karangawen Pri Antono membenarkan kronologi kejadian yang dipicu oleh suara siulan dan menyebut tindakan yang dilakukan anak buahnya sebagai aksi spontan. "Tendangan tersebut hanya tindakan spontanitas," katanya.
Menyusul viralnya video tersebut, pihak berwajib turun tangan. Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Demak bersama Unit Reskrim Polsek Karangawen tengah melakukan penyelidikan mendalam.
Sejumlah saksi, termasuk siswa dan pihak sekolah telah diperiksa untuk melengkapi berkas penyelidikan. Selain menempuh jalur hukum, pihak kepolisian juga berupaya membuka ruang mediasi antara keluarga korban dengan oknum guru.
Namun, guru WD tidak memercayai penjelasan tersebut setelah dia memeriksa area luar melalui ventilasi kelas dan tidak menemukan adanya juru parkir. Tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut, sang guru langsung meluapkan amarah kepada siswa GA dengan menendangnya.
Kepala SMPN 1 Karangawen Pri Antono membenarkan kronologi kejadian yang dipicu oleh suara siulan dan menyebut tindakan yang dilakukan anak buahnya sebagai aksi spontan. "Tendangan tersebut hanya tindakan spontanitas," katanya.
Menyusul viralnya video tersebut, pihak berwajib turun tangan. Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Demak bersama Unit Reskrim Polsek Karangawen tengah melakukan penyelidikan mendalam.
Sejumlah saksi, termasuk siswa dan pihak sekolah telah diperiksa untuk melengkapi berkas penyelidikan. Selain menempuh jalur hukum, pihak kepolisian juga berupaya membuka ruang mediasi antara keluarga korban dengan oknum guru.
(jon)
Lihat Juga :