Sunan Kalijaga dan Kisah Penentuan Kiblat Masjid Agung Demak
Senin, 02 Juni 2025 - 07:06 WIB
Usai mengambil air wudhu dan menunaikan salat malam, Sunan Kalijaga berdiri di sisi utara masjid. Ia mengangkat tangan kanan mengarah ke Ka’bah, sementara tangan kirinya menunjuk ke puncak atap Masjid Demak. Dalam tafsir spiritual para pengikutnya, saat Kalijaga memusatkan cipta dan doanya, tampak Ka’bah menjulang seolah berada tepat di atas masjid.
Peristiwa ini disebut sebagai bentuk karomah. Sunan Bonang dan wali lainnya dikisahkan menyaksikan kejadian itu secara langsung, sebagaimana tercatat dalam sejumlah kronik Jawa dan Babad Tanah Jawi. “Mereka datang dan melihat sekarang kiblatnya sudah benar. Mereka semua sangat lega,” tulis naskah tersebut.
Baca juga: Masa Kelam Ibu Kota Kerajaan Majapahit Setelah Dikalahkan Demak
Kontribusi Sunan Kalijaga dalam pembangunan Masjid Agung Demak tidak berhenti pada arah kiblat. Salah satu saka guru (tiang utama) masjid yang berada di sisi Timur Laut diyakini merupakan warisannya. Tiga saka guru lainnya dibuat oleh Sunan Bonang (Barat Laut), Sunan Gunung Jati (Barat Daya), dan Sunan Ampel (Tenggara).
Masjid Demak juga dikenal dengan atapnya yang berbentuk limas bersusun tiga atau meru, yang dimaknai sebagai simbol Iman, Islam, dan Ihsan. Di bagian teras masjid, berdiri delapan tiang tambahan yang disebut Saka Majapahit, sebagai bentuk transisi budaya dari era Hindu ke Islam.
Peristiwa ini disebut sebagai bentuk karomah. Sunan Bonang dan wali lainnya dikisahkan menyaksikan kejadian itu secara langsung, sebagaimana tercatat dalam sejumlah kronik Jawa dan Babad Tanah Jawi. “Mereka datang dan melihat sekarang kiblatnya sudah benar. Mereka semua sangat lega,” tulis naskah tersebut.
Baca juga: Masa Kelam Ibu Kota Kerajaan Majapahit Setelah Dikalahkan Demak
Kontribusi Sunan Kalijaga dalam pembangunan Masjid Agung Demak tidak berhenti pada arah kiblat. Salah satu saka guru (tiang utama) masjid yang berada di sisi Timur Laut diyakini merupakan warisannya. Tiga saka guru lainnya dibuat oleh Sunan Bonang (Barat Laut), Sunan Gunung Jati (Barat Daya), dan Sunan Ampel (Tenggara).
Masjid Demak juga dikenal dengan atapnya yang berbentuk limas bersusun tiga atau meru, yang dimaknai sebagai simbol Iman, Islam, dan Ihsan. Di bagian teras masjid, berdiri delapan tiang tambahan yang disebut Saka Majapahit, sebagai bentuk transisi budaya dari era Hindu ke Islam.
Lihat Juga :