Konflik Kerajaan Banten dengan Mataram Membuat Kesultanan Cirebon Terpecah Tiga

Rabu, 21 Mei 2025 - 06:50 WIB
Kedua, Pangeran Kartawijaya atau Sultan Kanoman, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723). Kemudian, Pangeran Wangsakerta atau Panembahan Cirebon, dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713).

Perubahan gelar dari panembahan menjadi sultan bagi dua putra tertua Pangeran Girilaya dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa Sebab, keduanya dilantik menjadi Sultan Cirebon di Ibu Kota Banten. Sebagai Sultan, mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh, rakyat, dan keraton masing-masing.

Adapun Pangeran Wangsakerta tidak diangkat sebagai Sultan, melainkan hanya Panembahan, la tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdi sebagai kaprabonan (paguron), yaitu tempat belajar para ilmuwan keraton.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!