Kementerian PU Harap Arsitek Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

Jum'at, 09 Mei 2025 - 22:57 WIB
“Semua produk baja ringan yang diproduksi pastinya sudah ramah lingkungan yah. Bahkan kini beberapa material kami sedang dalam proses Greenship Solution Endorsment (GSE) untuk memberikan suatu kepastian bahwa material kami dalam proses manufakturingnya, dalam proses produksinya, sampai proses distribusinya menghasilkan jejak karbon yang sedikit,” kata Christi.

Baca juga: Indonesia Komitmen Paris Agreement, Siapkan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim

Christi menambahkan, penggunaan material ramah lingkungan, dan pemanfaatan teknologi tepat guna juga bisa bisa membantu upaya pemerintah dalam memitigasi perubahan iklim. Hal ini dibuktikan dengan penggunan material Purlin dengan sistem Domus Fastrac yang mereka gunakan dalam membangun disain arsitektur mereka kali ini.

Dalam pembangunan Ruang Riung, hampir tidak ada limbah yang dihasilkan dilokasi pembangunan. Hal ini terjadi karena dengan system Domus Fastrac, semua material sudah diperhitungkan dengan program terkomputerisasi dan dipotong sesuai kebutuhan di pabrik sebelum dikirim ke lokasi pembangunan.

“Jadi zero wate, tidak ada material yang terbuang di lokasi pembangunan. Dan semua material kami ini konsepnya bisa digunakan kembali atau reuse. Semua material kami bisa dimodifikasi menjadi bentuk lain digunakan untuk bentuk lain, dan digunakan ditempat yang lain,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!