Pergolakan Raja Mataram dan Perang Saudara yang Berujung Pembunuhan Massal
Rabu, 07 Mei 2025 - 10:33 WIB
Pergolakan Raja Mataram dengan saudara dan beberapa tokoh ulama berujung pembunuhan massal dengan korbannya rakyat. Foto: Ist
PERGOLAKANRaja Mataram dengan saudara dan beberapa tokoh ulama berujung pembunuhan massal dengan korbannya rakyat. Sultan Amangkurat I yang berkuasa di Mataram Islam pernah membalas dendam kepada pihak-pihak yang mendukung Pangeran Alit, saudara tirinya yang awalnya hendak dilantik jadi raja.
Hal itu yang disebut Sultan Amangkurat I pergolakan internal Mataram membuat adiknya tewas. Konflik itu memang memberikan bekas luka di Sultan Amangkurat I. Ketika ada kesempatan naik takhta dia langsung menghukum beberapa pihak yang terlibat.
Baca juga: Kisah Perdamaian Mataram dengan Belanda di Era Sultan Amangkurat I
Sultan Mataram itu kerap mengelak tanggung jawab atas berbagai tindak kekerasan yang dilakukannya. Tapi, sekali lagi Sultan Mataram menunjukkan wajah marah dan terkejut di hadapan para pejabat istana.
Sultan Amangkurat I selama 1 jam lamanya tidak sepatah kata pun diucapkan dan ini membuat orang merasa tercekam. Tidak seorang pun yang berani mengangkat kepalanya, apalagi memandang wajah Sultan Amangkurat I.
HJ De Graaf pada bukunya "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I" Sultan Amangkurat I berkata kepada pamannya Pangeran Purbaya, "Para pemuka agama, yang seharusnya menjadi teladan bagi mereka semua dalam perbuatan-perbuatan kebajikan, mereka itulah penyebab kematian adiknya".
Hal itu yang disebut Sultan Amangkurat I pergolakan internal Mataram membuat adiknya tewas. Konflik itu memang memberikan bekas luka di Sultan Amangkurat I. Ketika ada kesempatan naik takhta dia langsung menghukum beberapa pihak yang terlibat.
Baca juga: Kisah Perdamaian Mataram dengan Belanda di Era Sultan Amangkurat I
Sultan Mataram itu kerap mengelak tanggung jawab atas berbagai tindak kekerasan yang dilakukannya. Tapi, sekali lagi Sultan Mataram menunjukkan wajah marah dan terkejut di hadapan para pejabat istana.
Sultan Amangkurat I selama 1 jam lamanya tidak sepatah kata pun diucapkan dan ini membuat orang merasa tercekam. Tidak seorang pun yang berani mengangkat kepalanya, apalagi memandang wajah Sultan Amangkurat I.
HJ De Graaf pada bukunya "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I" Sultan Amangkurat I berkata kepada pamannya Pangeran Purbaya, "Para pemuka agama, yang seharusnya menjadi teladan bagi mereka semua dalam perbuatan-perbuatan kebajikan, mereka itulah penyebab kematian adiknya".
Lihat Juga :