Kesetiaan Raja Majapahit Raden Wijaya dan Pewarisnya Teruskan Dinasti Rajasa Era Singasari
Minggu, 04 Mei 2025 - 09:06 WIB
Raja-raja Majapahit tak bisa dilepaskan dari Dinasti atau Wangsa Rajasa. Takhta Raja Majapahit diturunkan turun temurun dari mulai Raden Wijaya hingga raja-raja lainnya sampai akhirnya tamat oleh serangan Kerajaan Demak. Foto: Ist
RAJA-raja Majapahit tak bisa dilepaskan dari Dinasti atau Wangsa Rajasa. Takhta Raja Majapahit diturunkan turun temurun dari mulai Raden Wijaya hingga raja-raja lainnya sampai akhirnya tamat oleh serangan Kerajaan Demak.
Kerajaan Majapahit dipimpin Nararya Sanggramawijaya dan keturunannya. Pada pemerintahan Nararya Sanggramawijaya atau Raden Wijaya naik takhta setelah mengusir Pasukan Tartar dari Pulau Jawa dan menaklukkan Jayakatwang dari Daha.
Baca juga: Misteri Kitab Pararaton Kisahkan Perjalanan Raja Singasari dan Majapahit
Kerajaan Majapahit diperintah oleh keturunan Nararya Sanggramawijaya sampai pemerintahan Suhita dari tahun 1429-1447, kemudian Majapahit diperintah Sri Kertawijaya, putera Wikramawardana yang lahir dari selir. Bagaimana pun Sri Kertawijaya adalah keturunan Nararya Sanggramawijaya secara tidak langsung.
Sejarawan Prof Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" menjelaskan mengenai Wangsa Rajasa yang bertakhta. Dinasti Rajasa terbukti dari piagam Kertarajasa Jayawardana pada tahun 1305, lempengan satu baris 3, bunyinya pada waktu itu turunnya titah maharaja Nararya Sanggramawijaya dari Rajasawangsa, penolong orang utama, pahlawan gagah berani dalam peperangan.
Dengan kata lain, Nararya Sanggramawijaya tidak mendirikan raja wangsa baru yang disebut dengan unsur namanya melainkan melanjutkan Kerajaan Singasari yang terputus oleh Raja Jayakatwang pada tahun 1292. Nama abhiseka Nararya Sanggramawijaya mengandung unsur rajasa yakni nama pendiri Kerajaan Singasari.
Kerajaan Majapahit dipimpin Nararya Sanggramawijaya dan keturunannya. Pada pemerintahan Nararya Sanggramawijaya atau Raden Wijaya naik takhta setelah mengusir Pasukan Tartar dari Pulau Jawa dan menaklukkan Jayakatwang dari Daha.
Baca juga: Misteri Kitab Pararaton Kisahkan Perjalanan Raja Singasari dan Majapahit
Kerajaan Majapahit diperintah oleh keturunan Nararya Sanggramawijaya sampai pemerintahan Suhita dari tahun 1429-1447, kemudian Majapahit diperintah Sri Kertawijaya, putera Wikramawardana yang lahir dari selir. Bagaimana pun Sri Kertawijaya adalah keturunan Nararya Sanggramawijaya secara tidak langsung.
Sejarawan Prof Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" menjelaskan mengenai Wangsa Rajasa yang bertakhta. Dinasti Rajasa terbukti dari piagam Kertarajasa Jayawardana pada tahun 1305, lempengan satu baris 3, bunyinya pada waktu itu turunnya titah maharaja Nararya Sanggramawijaya dari Rajasawangsa, penolong orang utama, pahlawan gagah berani dalam peperangan.
Dengan kata lain, Nararya Sanggramawijaya tidak mendirikan raja wangsa baru yang disebut dengan unsur namanya melainkan melanjutkan Kerajaan Singasari yang terputus oleh Raja Jayakatwang pada tahun 1292. Nama abhiseka Nararya Sanggramawijaya mengandung unsur rajasa yakni nama pendiri Kerajaan Singasari.
Lihat Juga :