Ekspor Gula Semut Banyumas, GP Ansor Optimalkan Patriot Ketahanan Pangan

Kamis, 01 Mei 2025 - 18:22 WIB
Sebagai upaya mendorong capaian tersebut, Kemendag melakukan business matching dengan 46 perwakilan di 33 negara. Praktiknya, setiap bulan dilakukan 33 kali pitching bersama 350 UMKM. Nilai transaksi per April pada kuartal I 2025 mencapai Rp 850 miliar.

Dalam rangka menumbuhkan daya saing ekspor, bulan Oktober 2025 akan dicanangkan Pameran Ekspor Indonesia, dengan harapan semakin tumbuhnya produk ekspor di setiap desa dapat mendorong pencapaian 8% pertumbuhan ekonomi naasional.

Mendes PDT Yandri Susanto pun ikut memfokuskan pada Asta Cita ke-6, yaitu pembangunan Indonesia dari Desa yang bertujuan untuk pemerataan ekonomi di desa. Melalui pencanangan koperasi dan peran BUMDesa diharapkan mampu menciptakan produk lokal yang memiliki potensi ekspor. Harapannya akan tumbuh desa-desa ekspor di Indonesia. Baca juga: Kolaborasi Lintas Negara Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan

Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang kuat antar stakeholder dan pemuda di desa, salah satunya GP Ansor melalui gerakan Patriot Ketahanan Pangan.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menuturkan, 90% kebutuhan gula kelapa kristal di dunia dipasok dari Indonesia. Sedangkan 80% produksi gula kelapa kristal di Indonesia berasal dari Banyumas dan sekitarnya. Hari ini gula kelapa kristal dari desa Longgosari melalui BUMDes, akan lepas sebanyak 18,5 ton gula semut ke Hungaria dengan nilai sebesar USD35.000.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!