Anggota Komisi IX DPR Sebut MBG Ciptakan SDM Unggul
Selasa, 29 April 2025 - 16:59 WIB
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). FOTO/IST
KETAPANG - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar. Kali ini dilaksanakan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR Alifudin, perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dedi Supriyadi, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Alifudin menegaskan, Komisi IX DPR berkomitmen mengawal program MBG hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama di Kalimantan Barat. "Program ini bukan sekadar pemberian makanan, namun juga investasi jangka panjang untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing global," kata Alifudin dalam keterangannya, Selasa (29/4/2025).
Sementara itu, Dedi Supriyadi memaparkan secara rinci visi, misi, serta mekanisme pelaksanaan program MBG. Ia menjelaskan sasaran utama dari program ini mencakup peserta didik mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, santri di pondok pesantren, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dalam upaya menurunkan angka stunting dan gizi buruk di Indonesia," kata Dedi.
Dalam sambutannya, Alifudin menegaskan, Komisi IX DPR berkomitmen mengawal program MBG hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama di Kalimantan Barat. "Program ini bukan sekadar pemberian makanan, namun juga investasi jangka panjang untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing global," kata Alifudin dalam keterangannya, Selasa (29/4/2025).
Sementara itu, Dedi Supriyadi memaparkan secara rinci visi, misi, serta mekanisme pelaksanaan program MBG. Ia menjelaskan sasaran utama dari program ini mencakup peserta didik mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, santri di pondok pesantren, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dalam upaya menurunkan angka stunting dan gizi buruk di Indonesia," kata Dedi.
Lihat Juga :