Kisah Sawerigading, Putra Raja Luwu yang Jatuh Hati dan Ingin Nikahi Adik Kembarnya

Senin, 28 April 2025 - 08:05 WIB
Sawerigading pun memutuskan untuk mencari We Cudai di negeri China, yang dalam cerita ini merujuk pada wilayah Tanete Riattang di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Setibanya di sana, Sawerigading terpesona oleh kecantikan We Cudai yang sangat mirip dengan adik kembarnya. We Cudai juga terpikat oleh ketampanan dan kegagahan Sawerigading.

Akhirnya, pernikahan antara Sawerigading dan We Cudai pun dilangsungkan. Dari pernikahan ini, lahirlah seorang putra bernama La Galigo, yang kelak menjadi tokoh penting dalam silsilah Kerajaan Luwu.

Kisah Sawerigading bukan sekadar legenda, melainkan juga mengandung nilai-nilai moral tentang larangan incest, kepatuhan pada orang tua, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Hingga kini, cerita ini tetap hidup dalam tradisi lisan dan sastra Bugis, menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Sureq Galigo sendiri bahkan diakui sebagai salah satu karya sastra terpanjang di dunia, mengalahkan Mahabharata dan Iliad.

Dengan segala kompleksitasnya, kisah Sawerigading terus menginspirasi generasi baru untuk mempelajari sejarah, budaya dan kearifan lokal Nusantara.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!