Sinergi Kebaikan: Swasta Ulurkan Tangan, 92 Rumah di Kudus Bersolek Lebih Layak

Sabtu, 26 April 2025 - 18:12 WIB
Dia berharap RSLH ini menjadi kado manis dari perusahaan kepada masyarakat sekitar yang telah bersinergi dengan baik selama bertahun-tahun dalam membangun kota tercinta ini. Sehingga upaya pengentasan kemiskinan ekstrem ini dapat terus dijalankan dengan dukungan dari pemerintah daerah sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

Melalui program bedah rumah tersebut, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar yakni aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali. Program ini menerapkan total intervensi sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Chief Executive Officer Polytron Hariono menegaskan bahwa partisipasi dalam program renovasi rumah tidak layak huni ini merupakan perwujudan dari nilai inti perusahaan, yakni tanggung jawab sosial yang peka dan peduli terhadap masyarakat serta lingkungan.

Dengan tiga pabrik yang beroperasi di sekitar area Kudus, yaitu Krapyak, Sidorekso, dan Sayung, Polytron merasa memiliki keterhubungan dengan masyarakat sekitar untuk berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

"Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian perjalanan 50 tahun perusahaan di Indonesia yang tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, tetapi juga kemanfaatan sosial," ujarnya.

Dengan sasaran 92 hunian direnovasi dan dibangun ulang biaya yang digelontorkan mencapai Rp5 miliar. Renovasi ini merupakan tahap pertama dari target 300 rumah yang akan direnovasi sepanjang 2025.
(tar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!