Strategi Raja Mataram Percepat Pembangunan Istana Megah, Sayembara hingga Kerahkan 300 Ribu Warga
Selasa, 22 April 2025 - 06:55 WIB
Menurut Babad Sangkala, pada 1565 J atau mulai 2 Maret 1643, ketika masih dalam masa pemerintahan Sultan Agung, bendungan atau plered sudah mulai dibangun dan inilah yang dijadikan nama untuk keraton yang baru itu. Bahkan Cronological Table susunan Raffles membenarkan berita ini adalah sebelum 1566 J (mulai 10 Maret 1644) dengan tulisan suatu danau buatan dibangun di Plered.
Menurut Babad Momana, pembuatan danau itu dilanjutkan pada 1574, atau mulai 14 Desember 1651) dengan pembangunan suatu bendungan besar di Segarayasa. Pada 1658 pekerjaan itu diteruskan. Bahkan rakyat dari daerah Karawang dipanggil ke Mataram untuk bekerja pada bendungan itu.
Konon akibat proyek ambisius itu membuat rakyat Karawang tak bisa menyemai dan menanam padi. Tidak mengherankan bahwa timbul kekurangan beras. Hasil jerih payah mereka agaknya berupa perluasan danau. Susuhunan dan permaisuri pergi dengan kereta ke "kolam yang baru digali", yang empat hari kemudian akan dinamakan "Segarayasa".
Menurut Babad Momana, pembuatan danau itu dilanjutkan pada 1574, atau mulai 14 Desember 1651) dengan pembangunan suatu bendungan besar di Segarayasa. Pada 1658 pekerjaan itu diteruskan. Bahkan rakyat dari daerah Karawang dipanggil ke Mataram untuk bekerja pada bendungan itu.
Konon akibat proyek ambisius itu membuat rakyat Karawang tak bisa menyemai dan menanam padi. Tidak mengherankan bahwa timbul kekurangan beras. Hasil jerih payah mereka agaknya berupa perluasan danau. Susuhunan dan permaisuri pergi dengan kereta ke "kolam yang baru digali", yang empat hari kemudian akan dinamakan "Segarayasa".
(cip)
Lihat Juga :