Senin, KSOP Batasi Aktivitas Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Tanjung Priok

Jum'at, 18 April 2025 - 23:23 WIB
Kantor KSOP Tanjung Priok mulai Senin (21/4/2025) membatasi akses bongkar muat barang. Hal ini sebagai strategi agar tak menimbulkan penumpukan kendaraan di wilayah pelabuhan. Foto: Danandaya Aria Putra
JAKARTA - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok mulai Senin (21/4/2025) membatasi akses bongkar muat barang. Hal ini sebagai strategi agar tak menimbulkan penumpukan kendaraan di wilayah pelabuhan.

"Kami akan melakukan pembatasan terhadap volume receiving delivery sesuai dengan parameter yang ada di masing-masing terminal," ujar Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Priok M Takwim Masuku, Jumat (18/4/2025).



Baca juga: Imbas Macet Parah di Tanjung Priok, Pelindo Berikan Kompensasi pada Sopir dan Pemilik Kargo

Pelabuhan Tanjung Priok memiliki 7 terminal yang biasanya melakukan aktivitas bongkar muat barang. Pembatasan aktivitas bongkar muat disesuaikan dengan parameter atau kapasitas di setiap terminal.

"Untuk JICT parameternya bisa berkegiatan dalam satu hari receiving delivery sebanyak 5.000, artinya 5.000 track receiving delivery. Untuk Terminal Koja 1.300," katanya.

"Kemudian, terminal NPCT1 2.500, terminal MAL 800, IPCTPK TP 2 Ocean Going 1.500, kemudian IPCPK TP 2 Domestik 2.000, dan IKT 1.500," lanjutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!