Profil Karaeng Galesong, Putra Sultan Hasanuddin yang Membantu Perlawanan Rakyat Jawa Terhadap Belanda
Selasa, 01 April 2025 - 08:10 WIB
"Karaeng Galesong itu anaknya Sultan Hasanuddin dari Makassar, kalah perang dari Belanda lalu anaknya meminta izin bapaknya meneruskan perjuangan," ujar Najib Jauhari, beberapa waktu lalu.
Pria bernama asli I Maninrori I Kare Tojeng Karaeng Galesong adalah seorang laksamana angkatan laut Kesultanan Gowa yang turut berjuang menyebarkan agama Islam sekitar abad 17 sambil memberikan perlawanan ke Belanda di Pulau Jawa.
"Karaeng Galesong itu setelah bapaknya kalah perang dan diakhiri perjanjian Bongaya, gurunya Syekh Yusuf dan anaknya izin ke Sultan Hasanuddin untuk berperang di Jawa membantu Untung Suropati. Bergabunglah dia ke pasukan Untung Suropati di Pasuruan," katanya.
Sambil berjuang mengusir penjajah Belanda, Karaeng Galesong yang sudah menganut agama Islam juga menyebarkan agama Islam di pedalaman Jawa bagian timur. Dia kerap memberikan perlawanan ke Belanda bersama Trunojoyo dan Untung Suropati.
Persebaran pasukannya meliputi area Pasuruan, Malang, hingga Kediri melalui jalur tengah di Pegunungan Putri Tidur. Jalur itulah yang menjadi saksi bagaimana Karaeng Galesong meninggal dan dikebumikan di puncak bukit yang kini masuk wilayah Dusun Kebonsari, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Pria bernama asli I Maninrori I Kare Tojeng Karaeng Galesong adalah seorang laksamana angkatan laut Kesultanan Gowa yang turut berjuang menyebarkan agama Islam sekitar abad 17 sambil memberikan perlawanan ke Belanda di Pulau Jawa.
"Karaeng Galesong itu setelah bapaknya kalah perang dan diakhiri perjanjian Bongaya, gurunya Syekh Yusuf dan anaknya izin ke Sultan Hasanuddin untuk berperang di Jawa membantu Untung Suropati. Bergabunglah dia ke pasukan Untung Suropati di Pasuruan," katanya.
Sambil berjuang mengusir penjajah Belanda, Karaeng Galesong yang sudah menganut agama Islam juga menyebarkan agama Islam di pedalaman Jawa bagian timur. Dia kerap memberikan perlawanan ke Belanda bersama Trunojoyo dan Untung Suropati.
Persebaran pasukannya meliputi area Pasuruan, Malang, hingga Kediri melalui jalur tengah di Pegunungan Putri Tidur. Jalur itulah yang menjadi saksi bagaimana Karaeng Galesong meninggal dan dikebumikan di puncak bukit yang kini masuk wilayah Dusun Kebonsari, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Lihat Juga :