Kisah Mantan KSAD Jenderal Dudung yang Ditempeleng Mayor Gara-gara Koran Jatuh
Minggu, 16 Maret 2025 - 10:51 WIB
Di luar pekerjaan loper koran, Dudung juga membantu ibunya menjual kue ke berbagai tempat, termasuk ke kantin Kodam Siliwangi. Namun, suatu insiden tak menyenangkan terjadi saat seorang tamtama menendang kue klepon yang ia bawa hingga berserakan, yang kemudian menjadi motivasi bagi Dudung untuk bercita-cita menjadi tentara yang berintegritas.
Pada tahun 1985, setelah lulus dari SMA Negeri 9 Bandung, ia diterima di Akademi Militer (Akmil) dan lulus tiga tahun kemudian dengan pangkat Letnan Dua (Letda). Kariernya di TNI terus berkembang dengan berbagai posisi strategis seperti Dandim 0406 Musi Rawas, Dandim 0418 Palembang, dan Aspers Kasdam VII/Wirabuana.
Pada 2018, Dudung dipromosikan menjadi Gubernur Akmil dan kariernya semakin cemerlang ketika ia ditunjuk sebagai Pangdam Jaya pada tahun 2020. Di bawah kepemimpinannya, Dudung juga dipercaya untuk menjadi Pangkostrad. Akhirnya, pada 2021, Presiden Jokowi memilih Dudung untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Kasad, menjadikan Dudung sebagai jenderal bintang empat. Selain perjalanan kariernya di dalam negeri, Dudung juga memiliki pengalaman penting di luar negeri.
Setelah lulus dari Akmil pada 1988, Dudung ditugaskan ke Dili, Timor Timur, sebagai Komandan Peleton (Danton) di Batalyon Infanteri 744-SYB yang berada di bawah Kodam IX/Udayana. Dalam tugasnya, Dudung memimpin tim khusus bernama 'Ataka' dan 'Casador' yang bertugas mencari anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GPK).
Baca juga: Karier Militer Jenderal Dudung, Mantan KSAD dan Keturunan Sunan Gunung Jati
Pada tahun 1985, setelah lulus dari SMA Negeri 9 Bandung, ia diterima di Akademi Militer (Akmil) dan lulus tiga tahun kemudian dengan pangkat Letnan Dua (Letda). Kariernya di TNI terus berkembang dengan berbagai posisi strategis seperti Dandim 0406 Musi Rawas, Dandim 0418 Palembang, dan Aspers Kasdam VII/Wirabuana.
Pada 2018, Dudung dipromosikan menjadi Gubernur Akmil dan kariernya semakin cemerlang ketika ia ditunjuk sebagai Pangdam Jaya pada tahun 2020. Di bawah kepemimpinannya, Dudung juga dipercaya untuk menjadi Pangkostrad. Akhirnya, pada 2021, Presiden Jokowi memilih Dudung untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Kasad, menjadikan Dudung sebagai jenderal bintang empat. Selain perjalanan kariernya di dalam negeri, Dudung juga memiliki pengalaman penting di luar negeri.
Setelah lulus dari Akmil pada 1988, Dudung ditugaskan ke Dili, Timor Timur, sebagai Komandan Peleton (Danton) di Batalyon Infanteri 744-SYB yang berada di bawah Kodam IX/Udayana. Dalam tugasnya, Dudung memimpin tim khusus bernama 'Ataka' dan 'Casador' yang bertugas mencari anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GPK).
Baca juga: Karier Militer Jenderal Dudung, Mantan KSAD dan Keturunan Sunan Gunung Jati
Lihat Juga :