Kisah Mantan KSAD Jenderal Dudung yang Ditempeleng Mayor Gara-gara Koran Jatuh
Minggu, 16 Maret 2025 - 10:51 WIB
Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman tumbuh di tengah keluarga tidak mampu. Ia terpaksa bekerja untuk membantu ekonomi keluarga termasuk menjadi loper koran. FOTO/DOK.TNI MIL
HIDUPJenderal (Purn) Dudung Abdurachman penuh perjuangan dan pengorbanan. Sebelum mencapai pangkat Jenderal bintang empat dan menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ), Dudung tumbuh di tengah keterbatasan. Dari keluarga tidak mampu, ia sudah terbiasa bekerja keras sejak kecil untuk membantu keluarganya, menjadikannya sosok yang penuh tekad dan dedikasi dalam mencapai cita-cita.
Dudung lahir dalam keluarga sederhana dan harus menghadapi kenyataan pahit ketika ayahnya meninggal saat ia masih duduk di kelas 2 SMP. Mengutip podcast YouTube dari TNI AD berjudul "Mengenal Sosok KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman" pada Senin (16/9/2024), ia juga merupakan keturunan dari Sunan Gunung Jati. Setelah kepergian sang ayah, ibunya menjadi kepala keluarga dan harus menghidupi delapan anak. Untuk membantu sang ibu, Dudung ikut berjualan kue dan kerupuk serta mencari kayu bakar, karena keluarga mereka masih menggunakan tungku untuk memasak.
Tak hanya itu, Dudung juga bekerja sebagai loper koran, mengambil dan membaca koran setiap pagi sebelum mengantarkannya ke pelanggan. Suatu hari, ia pernah dipukul oleh seorang mayor tentara karena koran yang dibawanya jatuh dan menjadi kotor, namun ia tetap tidak menyerah dengan kondisi tersebut.
Baca juga: Cerita Pahit Jenderal Dudung Berurai Air Mata Gegara Baki Kue Klepon Ditendang Tamtama
Dudung lahir dalam keluarga sederhana dan harus menghadapi kenyataan pahit ketika ayahnya meninggal saat ia masih duduk di kelas 2 SMP. Mengutip podcast YouTube dari TNI AD berjudul "Mengenal Sosok KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman" pada Senin (16/9/2024), ia juga merupakan keturunan dari Sunan Gunung Jati. Setelah kepergian sang ayah, ibunya menjadi kepala keluarga dan harus menghidupi delapan anak. Untuk membantu sang ibu, Dudung ikut berjualan kue dan kerupuk serta mencari kayu bakar, karena keluarga mereka masih menggunakan tungku untuk memasak.
Tak hanya itu, Dudung juga bekerja sebagai loper koran, mengambil dan membaca koran setiap pagi sebelum mengantarkannya ke pelanggan. Suatu hari, ia pernah dipukul oleh seorang mayor tentara karena koran yang dibawanya jatuh dan menjadi kotor, namun ia tetap tidak menyerah dengan kondisi tersebut.
Baca juga: Cerita Pahit Jenderal Dudung Berurai Air Mata Gegara Baki Kue Klepon Ditendang Tamtama
Lihat Juga :