Kisah Pasukan Diponegoro Rampas 30 Ribu Gulden dan Gagalkan Bantuan Belanda ke Yogyakarta
Selasa, 18 Februari 2025 - 07:47 WIB
Di Selomanik Gowong, Selomerto (Wonosobo) dan Brengkelan (Purworejo), Lengis, Yana, serta Kadilangu terjadi pergolakan. Rumah-rumah orang China dibakar.
Di Monconegoro Timur pecah pemberontakan yang dipimpin Tumenggung Mangkunegoro dan Tumenggung Kartodirjo, Tumenggung Alap-alap.
Mulyosentiko juga memimpin pasukan bersenjata api sebanyak 400-500 orang yang bergerak ke Pisangan pada 23 Juli 1825.
Pasukan ini berhasil menyergap bala bantuan pasukan Belanda yang bergerak ke Yogyakarta dari arah Magelang sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia".
Beberapa serdadu Belanda terbunuh. Pasukan Diponegoro ini juga berhasil merampas uang sebesar 30.000 gulden di mana hasil rampasan dibawa ke Selarong. Di wilayah Kedu lainnya, terutama di distrik Probolinggo sebelah Tenggara Magelang telah berkumpul 55.000 orang secara sukarela.
Di Monconegoro Timur pecah pemberontakan yang dipimpin Tumenggung Mangkunegoro dan Tumenggung Kartodirjo, Tumenggung Alap-alap.
Mulyosentiko juga memimpin pasukan bersenjata api sebanyak 400-500 orang yang bergerak ke Pisangan pada 23 Juli 1825.
Pasukan ini berhasil menyergap bala bantuan pasukan Belanda yang bergerak ke Yogyakarta dari arah Magelang sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia".
Beberapa serdadu Belanda terbunuh. Pasukan Diponegoro ini juga berhasil merampas uang sebesar 30.000 gulden di mana hasil rampasan dibawa ke Selarong. Di wilayah Kedu lainnya, terutama di distrik Probolinggo sebelah Tenggara Magelang telah berkumpul 55.000 orang secara sukarela.
Lihat Juga :