Serangan 6.000 Pasukan Pangeran Diponegoro, Bakar Perkampungan Cina hingga Rumah Bangsawan Pro Belanda

Kamis, 13 Februari 2025 - 07:16 WIB
Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia" Kamis (13/2/2025) diceritakan, rumah-rumah bangsawan yang dianggap lawan dirusak, dijarah, kemudian dibakar.

Sepuluh bupati ditangkap antara lain, Tumenggung Mertoloyo, Tumenggung Wiryokusumo, Tumenggung Notoyudo, Tumenggung Sumorejo, Tumenggung Danusumo, dan dua orang terluka, yaitu Tumenggung Sindunegoro dan Ronodiningrat. Yogyakarta sudah menjadi hutan api, wana bongbongan siang dan malam.

Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Panglima TNI Akhir Januari 2025

Peristiwa serangan pasukan Diponegoro mengejutkan tentara dan pemerintah Hindia Belanda. Para pembesar Kesultanan dan pemerintah Hindia Belanda panik luar biasa, mengungsi ke benteng Vredeburg.

Garnisun Yogyakarta yang hanya berkekuatan 200 orang, tidak mungkin menghadapi pasukan Diponegoro yang jumlahnya jauh lebih besar. Sultan Hamengkubuwono V juga diungsikan ke Benteng Vredeburg dan dikawal secara ketat.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!