Kisah Keberanian Letjen Sutiyoso Menyusup Jadi Kuli Bangunan di Wilayah Musuh Timor Timur
Jum'at, 07 Februari 2025 - 06:03 WIB
Dengan keberanian luar biasa, Sutiyoso melakukan hal yang tak terbayangkan oleh banyak orang: menyamar sebagai mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.
Baca juga: Hans Hamzah, Intel TNI AD dan Ahli Kunci Keturunan Tionghoa yang Membobol Koper Atase Militer Portugal
"Jika saya tertangkap, saya tidak akan kembali hidup," ujar Sutiyoso dalam buku biografinya, dikutip Jumat (7/2/2025).
Setibanya di Atambua, Sutiyoso segera mencari penerjemah untuk membantunya menavigasi medan yang begitu sulit dan berbahaya.
Mereka menunggang kuda, melewati perbukitan dan medan terjal menuju perbatasan Timor Timur.
Dari ketinggian, dengan menggunakan teropong kecil, Sutiyoso mengamati dan mencari celah di antara pos penjagaan yang ketat.
Namun, rintangan tak berhenti sampai di situ. Hujan deras yang melanda membuat sungai-sungai meluap, memaksa Sutiyoso terjebak dalam kondisi basah kuyup dan lapar.
Di tengah malam yang dingin, ia hanya bisa menunggu seorang petani yang lewat, lalu memanggang jagung keras yang ia temui di sekitar lokasi. Setibanya di Atambua, ia melaporkan hasil pengamatannya yang sangat berharga.
Tapi misinya belum selesai. Sutiyoso kembali mendapat informasi penting mengenai Pasar Batugede, wilayah yang terletak di dekat perbatasan, tempat di mana orang Indonesia bisa masuk untuk berdagang dengan surat keterangan.
Baca juga: Hans Hamzah, Intel TNI AD dan Ahli Kunci Keturunan Tionghoa yang Membobol Koper Atase Militer Portugal
"Jika saya tertangkap, saya tidak akan kembali hidup," ujar Sutiyoso dalam buku biografinya, dikutip Jumat (7/2/2025).
Setibanya di Atambua, Sutiyoso segera mencari penerjemah untuk membantunya menavigasi medan yang begitu sulit dan berbahaya.
Mereka menunggang kuda, melewati perbukitan dan medan terjal menuju perbatasan Timor Timur.
Dari ketinggian, dengan menggunakan teropong kecil, Sutiyoso mengamati dan mencari celah di antara pos penjagaan yang ketat.
Namun, rintangan tak berhenti sampai di situ. Hujan deras yang melanda membuat sungai-sungai meluap, memaksa Sutiyoso terjebak dalam kondisi basah kuyup dan lapar.
Di tengah malam yang dingin, ia hanya bisa menunggu seorang petani yang lewat, lalu memanggang jagung keras yang ia temui di sekitar lokasi. Setibanya di Atambua, ia melaporkan hasil pengamatannya yang sangat berharga.
Tapi misinya belum selesai. Sutiyoso kembali mendapat informasi penting mengenai Pasar Batugede, wilayah yang terletak di dekat perbatasan, tempat di mana orang Indonesia bisa masuk untuk berdagang dengan surat keterangan.
Lihat Juga :