Kisah Pergolakan di Kraton Jogja usai Sri Sultan HB IV Wafat di Usia Muda

Kamis, 16 Januari 2025 - 07:28 WIB
Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia", calon utamanya adalah Pangeran Paku Alam, yang pernah menjadi Wali Sultan, yaitu Sultan Jarot.

Akan tetapi, beberapa bangsawan menolak, karena tatkala menjadi Wali Sultan ia banyak berbuat kesalahan.

Residen Belanda di Yogyakarta Baron de Salis meminta Pangeran Diponegoro sebagai penggantinya. Akan tetapi Pangeran Diponegoro menolak.

Pangeran Diponegoro juga keberatan kalau pemerintah menunjuk RM Menol, yang masih berusia dua tahun sebagai Sultan pengganti ayahnya. Ada tiga alasan penolakan pelantikan Sultan yang masih berusia anak-anak oleh Pangeran Diponegoro.

Baca juga: Sri Sultan HB X Akui Diminta Jembatani Pertemuan Jokowi dengan Megawati

Pertama, RM Menol masih kanak-kanak, belum memenuhi syarat sebagai Sultan. Menurut Diponegoro, seorang Sultan adalah juga senopati, atau pemimpin Tertinggi Angkatan Perang, dan Sayidin Panatagama. Kedua, dari keturunan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!