Kisah Meletusnya Perang Maluku Akibat Campur Tangan Belanda Terhadap Uang Kertas

Kamis, 02 Januari 2025 - 06:23 WIB
Ada beberapa tindakan lain yang oleh penduduk dianggap tidak pantas, di antaranya perintah Gubernur van Middelkoop pada penduduk Ambon-Lease, untuk membuat garam dan ikan asin bagi keperluan kapal-kapal perang Belanda yang sedang berlabuh di Ambon, dianggap perbuatan sewenang-wenang.

Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia", garam dan ikan asin tidak pernah menjadi kewajiban sebelumnya. Hanya karena kebetulan pada saat itu hubungan dengan Batavia sangat sulit sehingga penyediaan bahan makanan bagi keperluan tentara dan pegawai Belanda juga terlambat, membuat van Middelkoop mengeluarkan perintah ini.

Perintah ini dianggap memberatkan karena kerja rodi lain tidak dikurangi. Bayaran yang kecil jumlahnya untuk hasil ikan asin dan garam terutama ditolak oleh penduduk Saparua.

Baca juga: Kisah Si Pitung, Jawara Betawi Pembela Rakyat Miskin yang Dibenci Penjajah Belanda

Keresahan lainnya yakni sirkulasi uang kertas yang mulai dicampuri oleh Belanda. Sejak masa VOC datang di Maluku, penduduk selalu menerima uang logam untuk hasil penjualan cengkih mereka. Uang kertas mulai diintroduksi Daendels di Jawa dan pada tahun 1817 di Ambon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!