Kesalahan Strategi Belanda Sebabkan Ratusan Serdadunya Tewas di Pertempuran Minahasa
Selasa, 31 Desember 2024 - 07:41 WIB
Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pejabat Belanda di Minahasa bernama Prediger memang sempat melakukan kesalahan ketika membendung Sungai Temberan. Genangan luapan sungai itu membuat medan pertempuran menjadi sukar dilewati oleh pasukannya sendiri.
Pasukan Belanda banyak yang tenggelam, hingga sebatas pinggang, dan oleh karena itu mereka tidak leluasa bergerak. Di pertahanan Koya, Prediger bertemu dengan pasukan yang dipimpin oleh Letnan Veld dari Tonsea Lama.
Baca juga: Kisah Pasukan Belanda Bujuk Pemimpin Minahasa Berunding usai Terdesak Dalam Perang 1808
Ia memerintahkan Veld untuk membuka kembali bendungan Sungai Temberan. Setelah itu, Prediger kembali ke Tataaran bertemu dengan Lantzhuis. Ia melaporkan kepada wakil gubernur alasan menarik mundur pasukan.
Medan pertempuran yang sulit berupa genangan air dan lumpur, dan juga kondisi pasukan yang tidak mendukung sebagai inți laporan Prediger, menurut Lantzhuis tidak masuk akal. la memerintahkan Prediger agar kembali mempersiapkan serangan berikutnya.
Pasukan Belanda banyak yang tenggelam, hingga sebatas pinggang, dan oleh karena itu mereka tidak leluasa bergerak. Di pertahanan Koya, Prediger bertemu dengan pasukan yang dipimpin oleh Letnan Veld dari Tonsea Lama.
Baca juga: Kisah Pasukan Belanda Bujuk Pemimpin Minahasa Berunding usai Terdesak Dalam Perang 1808
Ia memerintahkan Veld untuk membuka kembali bendungan Sungai Temberan. Setelah itu, Prediger kembali ke Tataaran bertemu dengan Lantzhuis. Ia melaporkan kepada wakil gubernur alasan menarik mundur pasukan.
Medan pertempuran yang sulit berupa genangan air dan lumpur, dan juga kondisi pasukan yang tidak mendukung sebagai inți laporan Prediger, menurut Lantzhuis tidak masuk akal. la memerintahkan Prediger agar kembali mempersiapkan serangan berikutnya.
Lihat Juga :