Asal-muasal VOC Berkantor di Wilayah Kekuasaan Mataram yang Kaya Hasil Hutan Jati
Rabu, 18 Desember 2024 - 07:19 WIB
"Hubungan VOC dengan Mataram mulai menjadi intensif sejak zaman Sultan Agung, yang memerintah 1613-1646, raja yang terbesar sepanjang sejarah Mataram," demikian dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", dikutip, Rabu (18/12/2024).
Sejak VOC bercokol di Batavia, Sultan Agung telah menyadari bahwa para pedagang Belanda itu dapat menjadi saingannya. Bahkan, ketika VOC mengirim utusannya dari Japara untuk menghadiri upacara penobatan Sultan Agung, Raja Jawa itu telah memperingatkan bahwa hubungan Mataram dapat berlangsung dengan baik apabila VOC tidak berambisi untuk menduduki Pulau Jawa.
Kekhawatiran itu tampaknya menjadi kenyataan ketika VOC merebut Jayakarta dan menjadikannya pusat perdagangan mereka dengan nama Batavia. Namun, upaya Sultan Agung untuk mengusir VOC dari muara Sungai Ciliwung itu ternyata gagal.
Dua kali penyerbuan besar-besaran Kerajaan Mataram pada tahun 1627 dan 1629 gagal meski Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen meninggal tahun 1629 karena kemungkinan besar terjangkit penyakit kolera.
Hubungan damai antara VOC dengan Mataram mulai dirintis dalam zaman Sultan Amangkurat I (memerintah 1646-1677). Pada tahun 1646 ia membuat sebuah perjanjian persahabatan dengan VOC, yang dalam pandangannya merupakan pernyataan takluk VOC kepada Mataram.
Sejak VOC bercokol di Batavia, Sultan Agung telah menyadari bahwa para pedagang Belanda itu dapat menjadi saingannya. Bahkan, ketika VOC mengirim utusannya dari Japara untuk menghadiri upacara penobatan Sultan Agung, Raja Jawa itu telah memperingatkan bahwa hubungan Mataram dapat berlangsung dengan baik apabila VOC tidak berambisi untuk menduduki Pulau Jawa.
Kekhawatiran itu tampaknya menjadi kenyataan ketika VOC merebut Jayakarta dan menjadikannya pusat perdagangan mereka dengan nama Batavia. Namun, upaya Sultan Agung untuk mengusir VOC dari muara Sungai Ciliwung itu ternyata gagal.
Dua kali penyerbuan besar-besaran Kerajaan Mataram pada tahun 1627 dan 1629 gagal meski Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen meninggal tahun 1629 karena kemungkinan besar terjangkit penyakit kolera.
Hubungan damai antara VOC dengan Mataram mulai dirintis dalam zaman Sultan Amangkurat I (memerintah 1646-1677). Pada tahun 1646 ia membuat sebuah perjanjian persahabatan dengan VOC, yang dalam pandangannya merupakan pernyataan takluk VOC kepada Mataram.
Lihat Juga :