Kekecewaan Ranggalawe Penguasa Tuban Atas Penunjukan Mpu Nambi di Kerajaan Majapahit
Senin, 02 Desember 2024 - 06:56 WIB
Saat itu, Ranggalawe menyampaikan usaha Raden Wijaya akan sia-sia karena menunjuk Mpu Nambi. Bahkan, Ranggalawe menyebut Raden Wijaya telah membuat kesalahan serius dengan pengangkatannya yang tidak akan menguntungkan negara.
Ranggalawe secara tegas mengutarakan dalam pidatonya bahwa Nambi itu sosok bodoh, lemah, takut, dan busuk. Dalam segala hal, Ranggalawe mengatakan Nambi mengecewakan. Singkatnya, Nambi disebut Ranggalawe manusia tanpa keberanian, tanpa wibawa, tanpa reputasi, serta tanpa kepribadian.
Di akhir pidatonya, Ranggalawe meyakini citra negara Majapahit akan hancur dengan pengangkatan Nambi. Apa yang dilakukan Raden Wijaya dianggap Ranggalawe justru menurunkan reputasinya sendiri. Dia pun menantang Nambi duel satu lawan satu di mana pun dan kapan pun waktunya.
Ungkapan kemarahan ini menyinggung perasaan raja dan warga keraton lainnya yang mendesak Ranggalawe agar berpikir masak-masak sebelum menentukan sikap. Nambi mengabaikan tantangan duel tersebut.
Setelah itu, Ranggalawe cepat-cepat pulang dan mengadu kepada ayahnya seraya bersikeras bahwa hanya ada dua pilihan yakni kembali melayani raja atau memberontak. Ketika sang ayah menganjurkan agar dia mengendalikan kemarahannya dan tetap setia pada raja, Ranggalawe menjelaskan apa yang dia rasakan.
Ranggalawe secara tegas mengutarakan dalam pidatonya bahwa Nambi itu sosok bodoh, lemah, takut, dan busuk. Dalam segala hal, Ranggalawe mengatakan Nambi mengecewakan. Singkatnya, Nambi disebut Ranggalawe manusia tanpa keberanian, tanpa wibawa, tanpa reputasi, serta tanpa kepribadian.
Di akhir pidatonya, Ranggalawe meyakini citra negara Majapahit akan hancur dengan pengangkatan Nambi. Apa yang dilakukan Raden Wijaya dianggap Ranggalawe justru menurunkan reputasinya sendiri. Dia pun menantang Nambi duel satu lawan satu di mana pun dan kapan pun waktunya.
Ungkapan kemarahan ini menyinggung perasaan raja dan warga keraton lainnya yang mendesak Ranggalawe agar berpikir masak-masak sebelum menentukan sikap. Nambi mengabaikan tantangan duel tersebut.
Setelah itu, Ranggalawe cepat-cepat pulang dan mengadu kepada ayahnya seraya bersikeras bahwa hanya ada dua pilihan yakni kembali melayani raja atau memberontak. Ketika sang ayah menganjurkan agar dia mengendalikan kemarahannya dan tetap setia pada raja, Ranggalawe menjelaskan apa yang dia rasakan.
(jon)
Lihat Juga :