Tragedi Sampang Diharapkan Jadi Alarm Bagi Demokrasi Elektoral

Senin, 18 November 2024 - 21:41 WIB
Ia menegaskan bahwa itulah resiko mahal dari pemilihan kepala daerah langsung di tengah tidak matangnya infrastruktur budaya politik. "Kelihatannya demokratis, ada kompetisi, ada kontestasi, tapi di dalamnya penuh transaksi kotor, jual beli suara, intimidasi dan kekerasan, bahkan menggadaikan daulat rakyat untuk oligarki dan dinasti lokal," terangnya.

Ia berharap semoga tidak ada tragedi Sampang di tempat lain. Sampang adalah cermin kita semua, Sampang bukan orang lain, Sampang adalah bagian dari kita semua.

"Marilah kita semua bergandengan tangan, partai politik, negara dan rakyat, merefleksikan tragedi Sampang agar demokrasi kita tidak hanya hingar bingar seperti pasar, tapi kehilangan filosofi dan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!