Tragedi Sampang Diharapkan Jadi Alarm Bagi Demokrasi Elektoral

Senin, 18 November 2024 - 21:41 WIB
Seorang pria berinisial J warga Ketapang Laok, Sampang tewas mengenaskan usai dikeroyok sekelompok pemuda di Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura. Foto/Tangkapan Layar
SAMPANG - Ketua Program Studi Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gugun El Guyanie menilai pengeroyokan terhadap salah satu pendukung calon Bupati Sampang di Madura menjadi alarm bagi demokrasi elektoral yang dilaksanakan serentak tahun ini. Dia berpendapat, demokrasi itu butuh infrastruktur yang bernama budaya.

Dia menambahkan, jika budaya politik kontestasi belum matang, maka demokrasi elektoral bisa menjadi bumerang, seperti di Sampang ini. "Budaya politik dan demokrasi tidak pernah diurus negara. Rakyat hanya dirampok suaranya setiap lima tahun sekali untuk kepentingan kekuasaan," ujar Gugun dalam keterangannya, Senin (18/11/2024) malam.



Gugun menyoroti negara dan partai politik yang tidak pernah menanam akar demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai budaya kita. "Kita semua sibuk ngurus demokrasi prosedural, ngurus kotak suara, ngurus pencoblosan, ngurus TPS, tapi lupa nilai-nilai filosofi dan budaya demokrasi yang adiluhung sudah disingkirkan," ujarnya.

Baca juga: Tragis! Pria di Sampang Tewas dengan Luka Sabetan Celurit usai Dikeroyok 5 Orang
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!