Harga Anjlok, Petani Garam Gresik Minta Pemerintah Tidak Impor
Minggu, 30 Agustus 2020 - 23:36 WIB
Disebutkan, petani garam tidak akan bisa bernafas lega jika harga garam belum sampai Rp800/kg. Dengan harga ideal tersebut, petani garam masih bisa mendapat untung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Sekarang panen raya malah impor garam. Otomatis harganya sangat anjlok," ungkapnya.
Bahkan, salah satu petani di Kabupaten Gresik , mengaku jika baru kali ini harga garam anjlok luar biasa. Paling buruk selama dirinya menjadi petani garam. (Baca juga: Kobaran Api Hanguskan 6,5 Hektar Hutan di Konawe Selatan )
Penghasilan dari profesi sebagai petani garam sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kalau seperti ini mending ikut saudara ke Jakarta," imbuh Sarimin (47), warga Sumenep, yang memboyong istri dan anaknya ke Kabupaten Gresik itu.
Disebutkan, harga garam saat ini hanya Rp350 ribu/ton. Hasil itu belum bersih. Dirinya masih membangi dengan pemilik lahan dan biaya operasional. "Pemerintah kalau bisa jangan impor, kalau terus impor petani lokal mau makan apa. Harganya sangat anjlok," keluh Sarimin.
Bahkan, salah satu petani di Kabupaten Gresik , mengaku jika baru kali ini harga garam anjlok luar biasa. Paling buruk selama dirinya menjadi petani garam. (Baca juga: Kobaran Api Hanguskan 6,5 Hektar Hutan di Konawe Selatan )
Penghasilan dari profesi sebagai petani garam sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kalau seperti ini mending ikut saudara ke Jakarta," imbuh Sarimin (47), warga Sumenep, yang memboyong istri dan anaknya ke Kabupaten Gresik itu.
Disebutkan, harga garam saat ini hanya Rp350 ribu/ton. Hasil itu belum bersih. Dirinya masih membangi dengan pemilik lahan dan biaya operasional. "Pemerintah kalau bisa jangan impor, kalau terus impor petani lokal mau makan apa. Harganya sangat anjlok," keluh Sarimin.
(eyt)
Lihat Juga :