Disebut Hadratussyaikh, Arif Sugiyanto Lapor ke Polisi

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 14:12 WIB
Pemberitaan itu, kata Arif, telah meresahkan masyarakat, terutama di kalangan para kiai dan santri. Terlebih menyinggung kiai dan pondok pesantren ternama di Kebumen.

"Konten-konten kaya gini berbahaya. Bisa memecah persatuan di masyarakat karena memuat isu SARA," ucapnya.

"Coba bayangkan, kalau misalkan dari alim ulama terpancing, para santri-santrinya terpancing. Kemudian loyalis saya juga terpancing, ini kan akan menjadi benturan keras. Yang rugi adalah rakyat sendiri. Yang membuat berita mringis-mringis dapat duit mungkin ya, saya nggak paham. Ya nanti aparat penegak hukum yang mendalami," sambungnya.

Menurutnya, pada pesta demokrasi ini seyogyanya calon-calon menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat. Dirinya selaku incumbent sejauh ini mengaku telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Kebumen.

"Apalagi lari ke SARA. Kebumen ini dulu pernah SARA dan kerusuhan. Tentunya hal ini juga memperihatinkan kalau sudah mengarah ke SARA," imbuhnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!