Sejarah Keterikatan Penguasa Kalingga dengan Dua Kerajaan di Tanah Sunda

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 06:07 WIB
Sosok Bratasena sendiri memiliki hubungan dengan Kerajaan Galuh, karena cucu resmi Wretikandayun berasal dari putra bungsunya bernama Mandiminyak.

Mandiminyak sendiri konon merupakan Raja Galuh kedua yang memimpin selama 7 tahun yakni pada 702 M hingga 709 M. Saat Bratasena memimpin Kerajaan Galuh, pada tahun 716 M terdapat perseteruan di dalam kerajaan.

Bratasena dikudeta sendiri oleh Purbasora. Padahal Purbasora adalah saudara satu ibu yang memiliki ayah berbeda dari Bratasena. Pada akhirnya Bratasena menyelamatkan diri ke Sundapura dan meminta pertolongan kepada Tarusbawa.

Hal itu sebagaimana dikutip dari “Hitam Putih Pajajaran: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran” dari tulisan Fery Taufiq El Jaquene. Di waktu yang sudah ditentukan, Sanjaya dibantu Tarusbawa menyerang Kerajaan Galuh, yang dipimpin Purbasora.

Baca juga: Politik Adu Domba Kaisar Yung Lo Picu Perang Berdarah Paregreg di Kerajaan Majapahit

Galuh mengalami kekalahan dan Sanjaya menjadi penguasa Kerajaan Sunda, Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Kalingga, setelah Ratu Shima meninggal dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!