Pemprov Gorontalo Ajak Investor Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 16 Oktober 2024 - 18:18 WIB
Handoyo menyoroti dua persoalan krusial di Gorontalo: kemiskinan dan stunting. Per Maret 2024, persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo tercatat sebesar 14,57%, dengan jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 17.410 jiwa.

Meski persentase ini menurun dari tahun sebelumnya, Gorontalo masih masuk dalam 10 provinsi termiskin di Indonesia. Di sisi lain, prevalensi stunting di Gorontalo meningkat dari 22% pada 2022 menjadi 26,9% di 2023.

Handoyo menyebutkan bahwa untuk mengatasi permasalahan ini, Gorontalo membutuhkan investasi di luar sektor pertanian tradisional.

”Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya Rp1,8 triliun dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp500 miliar, kita perlu membuka diri terhadap investasi. Ini adalah bagian dari kebijakan untuk menanggulangi kemiskinan,” kata Handoyo.

Gorontalo membutuhkan investor membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian. Saat ini, pertumbuhan ekonomi di Gorontalo hanya 4,5%. Dibutuhkan peningkatan menciptakan 400.000 lapangan kerja baru dari setiap kenaikan 1% pertumbuhan ekonomi.

“Tanpa investasi, ekonomi Gorontalo tidak akan berkembang. Investasi seperti yang dilakukan BJA menjadi sumber pendapatan penting, terutama bagi masyarakat Pohuwato,” ujar Handoyo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!