Kisah Mpu Prapanca Rela Bertapa demi Redakan Konflik Agama di Kerajaan Majapahit

Kamis, 10 Oktober 2024 - 07:00 WIB
Bahkan salah satu arca yakni Arca Aksobya, yang ada di salah satu bangunan suci agama Buddha di Kerajaan Majapahit hilang. Kehilangan itu dianggap Mpu Winada, yang tak lain adalah Mpu Prapanca akibat kurang perhatiannya pemerintahan Hayam Wuruk dengan agama yang lainnya.

Mpu Winada dalam pupuh 97 Negarakretagama tidak ada hubungannya dengan Mpu Nada sebagai nama pejabat pembesar yang mempunyai gelar dang âcârya pada piagam yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Poerbatjaraka, seorang filolog dan sejarawan.

Siapa Mpu Winada diungkap Slamet Muljana, sosoknya diceritakan jelas oleh Mpu Prapanca. Mpu Prapanca menceritakan Winada adalah orang yang semula senang mengumpulkan harta benda, tetapi tidak berbahagia karenanya. Bahkan hidupnya malah sengsara.

Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Letjen Sutiyoso Menyamar Jadi Sopir untuk Tangkap Pimpinan GAM di Pedalaman Aceh

Kemudian ia membagikan segala hartanya kepada orang lain lalu pergi bertapa. Ia ingin menjadi pahlawan dalam tapa brata. Empu Winada pemeluk agama Budha.

Pendeta baik sikapnya dan putus dalam ilmu itu diberi nama Winada oleh Prapanca, sedangkan kata winada artinya "tercela".

Demikianlah, Prapanca mengadakan sindiran dengan menggunakan kata winada sebagai nama pendeta Budha. Ia sendiri ingin menjadi seperti empu Winada. Demikianlah sesungguhnya Prapanca juga termasuk golongan orang yang dicela.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!