Jawab Keluhan PJJ, Diferensia Bangun Gerakan Bagi-bagi Kuota Internet Gratis
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 11:51 WIB
Bukan hanya kuota internet saja yang diberikan, kata Dian, pihaknya juga menyediakan relawan pendidikan untuk mendampingi para peserta didik dalam penerapan PJJ. "Kami berharap, program konekin aja bisa memberikan solusi bagi orang tua yang mengeluhkan sistem pembelajaran jarak jauh ini," katanya.
Lebih lanjut Dian mengatakan, program konekin aja akan dilaksanakan di beberapa wilayah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna menekan potensi penyebaran COVID-19. "Sebagai portofolio, kami menyulap garasi rumah menjadi tempat PJJ peserta didik yang berdomisili di sekitar (sekretariat) kami," tandasnya. (Baca: Virtual Schooling Sampoerna Academy Beri Pembelajaran yang Efektif dan Nyaman )
Diketahui, berbagai keluhan soal PJJ terus bermunculan. Keluhan tidak hanya datang peserta didik dan pendidik, namun juga para orang tua peserta didik. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, dari 1.700 peserta didik yang menjadi responden, 43 persennya mengeluhkan soal kuota internet yang menjadi alat utama untuk melaksanakan PJJ.
"Setiap hari saya harus mengeluarkan uang Rp10.000 untuk membeli kuota internet untuk dua orang anak saya. Ini menjadi beban bagi saya, terlebih kondisi jualan saya yang sepi dan saya juga orang tua tunggal," ungkap Heni, warga Kota Bandung.
Lebih lanjut Dian mengatakan, program konekin aja akan dilaksanakan di beberapa wilayah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna menekan potensi penyebaran COVID-19. "Sebagai portofolio, kami menyulap garasi rumah menjadi tempat PJJ peserta didik yang berdomisili di sekitar (sekretariat) kami," tandasnya. (Baca: Virtual Schooling Sampoerna Academy Beri Pembelajaran yang Efektif dan Nyaman )
Diketahui, berbagai keluhan soal PJJ terus bermunculan. Keluhan tidak hanya datang peserta didik dan pendidik, namun juga para orang tua peserta didik. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, dari 1.700 peserta didik yang menjadi responden, 43 persennya mengeluhkan soal kuota internet yang menjadi alat utama untuk melaksanakan PJJ.
"Setiap hari saya harus mengeluarkan uang Rp10.000 untuk membeli kuota internet untuk dua orang anak saya. Ini menjadi beban bagi saya, terlebih kondisi jualan saya yang sepi dan saya juga orang tua tunggal," ungkap Heni, warga Kota Bandung.
(don)
Lihat Juga :