Mengapa Sumur Banten Selalu Diguncang Gempa? Ini Alasannya
Selasa, 17 September 2024 - 11:09 WIB
Selain itu, wilayah ini juga zona megathrust karena gempa-gempa yang terjadi memiliki kedalaman relatif dangkal dengan mekanisme patahan naik. Terkait zona megathrust, dijelaskan BBMKG Wilayah II bahwa zona tersebut merupakan zona jalur lempeng bersubduksi secara panjang.
Zona ini terbentuk ketika lempeng samudera bergerak ke bawah menunjam lempeng benua sehingga menyebabkan terjadinya gempa bumi. Sesar atau patahan aktif yang mengelilingi Banten juga menjadikan wilayah ini rawan terjadinya gempa bumi.
Sesar aktif di wilayah Banten yaitu Sesar Bayah, Sesar Ujung Kulon (di Pesisir Selatan Banten), dan Sesar Semangko-Graben (di Selat Sunda). Semuanya aktif jadi memang harus waspada.
Baca juga: Kisah Letnan Jenderal TNI (Purn) Soegito, Jual Sepeda dan Palsukan Tanda Tangan Bapaknya demi Masuk Akmil
Sedangkan mengapa kerap kali terjadi gempa susulan, BBMKG Wilayah II menjelaskan gempa susulan yang kekuatannya relatif kecil bisa terjadi karena batuan yang patah saat terjadi gempa besar butuh waktu untuk melepaskan semua energinya untuk kembali mencapai keadaan setimbang.
Zona ini terbentuk ketika lempeng samudera bergerak ke bawah menunjam lempeng benua sehingga menyebabkan terjadinya gempa bumi. Sesar atau patahan aktif yang mengelilingi Banten juga menjadikan wilayah ini rawan terjadinya gempa bumi.
Sesar aktif di wilayah Banten yaitu Sesar Bayah, Sesar Ujung Kulon (di Pesisir Selatan Banten), dan Sesar Semangko-Graben (di Selat Sunda). Semuanya aktif jadi memang harus waspada.
Baca juga: Kisah Letnan Jenderal TNI (Purn) Soegito, Jual Sepeda dan Palsukan Tanda Tangan Bapaknya demi Masuk Akmil
Sedangkan mengapa kerap kali terjadi gempa susulan, BBMKG Wilayah II menjelaskan gempa susulan yang kekuatannya relatif kecil bisa terjadi karena batuan yang patah saat terjadi gempa besar butuh waktu untuk melepaskan semua energinya untuk kembali mencapai keadaan setimbang.
(kri)
Lihat Juga :