Kisah Jaka Linglung, Legenda Naga Raksasa dengan Munculnya Bledug Kuwu
Selasa, 10 September 2024 - 12:01 WIB
Kisah Jaka Linglung
Sekitar abad ke-7 Masehi, daerah Grobogan masuk wilayah Kerajaan Medang Kamulan yang diperintah oleh Dinasti Sanjaya/Syailendra. Mengutip laman Pemkab Grobogan, salah seorang raja dari dinasti itu adalah Dewata Cengkar yang konon disebutkan sebagai kanibal.
Melihat kebiasaan mengerikan raja tersebut, rakyat merasa ketakutan. Setelah berbagai cara ditempuh dan berakhir kegagalan, muncul seorang pengembara bernama Ajisaka.
Dia mengaku prihatin dengan penderitaan yang dialami oleh rakyat. Alhasil, Ajisaka berusaha untuk menghentikan kebiasaan sang raja dan menantangnya untuk berduel.
Sang raja menerima tantangan Ajisaka dengan terbahak-bahak. Dia memberi syarat apabila Ajisaka mampu mengalahkannya, maka Ajisaka berhak memperoleh hadiah berupa separuh wilayah kerajaan. Sebaliknya, jika kalah, Ajisaka akan dimakan olehnya.
Pertarungan dimulai dengan Ajisaka melepas ikat kepala dan menggelarnya di atas tanah. Ajaib, ikat kepala itu berubah menjadi melebar dan menggeser tempat berdirinya Raja Dewata Cengkar.
Menariknya lagi, hal tersebut berlangsung terus-menerus sampai membuat Dewata Cengkar tercebur di Laut Selatan. Namun, Dewata Cengkar tidak mati, melainkan tubuhnya menjelma menjadi bajul (buaya) putih.
Setelah Dewata Cengkar pergi, rakyat menobatkan Ajisaka sebagai raja. Saat memerintah, muncul seekor naga bernama Jaka Linglung.
Lihat Juga :