Cerita Epik Perlawanan Balik Mataram ke Belanda usai Kematian Sultan Amangkurat IV

Rabu, 04 September 2024 - 08:00 WIB
Nama Surobroto yang tadi disebutkan lagi-lagi disebut sebagai Bupati Ponorogo.Selain itu, Magetan kini tidak lagi berada di bawah kekuasaan Kiai Ronggo, tetapi seorang bernama Raden Mangunrono.

Daerah ini diwajibkan untuk mengirim kacang dan kulit kerbau. Pacitan, yang dipimpin oleh Pangeran Mangkunegoro, harus mengirim lada dalam jumlah besar dan kulit kerbau, sedangkan Jogorogo di bawah Tumenggung Sutowongso harus memasok kulit kerbau dan kayu sepang.

Arsip Belanda catatan De Jonge juga mencatat bahwa Madiun harus mengirimkan 54 koyan, Jogorogo 12 koyan, Magetan 7 koyan, Ponorogo 137 koyan, dan Caruban 5 koyan. Terlepas dari rincian tentang serah wajib tersebut.

Baca Juga: Kisah 2 Putri Cantik Raden Wijaya Sosok Penting di Balik Kejayaan Majapahit

Bahkan beberapa wilayah di Madiun juga memiliki sejumlah pasukan.

Saat itu Madiun memiliki 12.000 orang, Jogorogo 1.200 orang, Pacitan dan Kaduwang 2.000 orang, Ponorogo 12.000 orang, dan Caruban, termasuk Blora 3.000 orang pasukan. Pasukan ini dibawah Komando Tumenggung Surowijoyo, yang membela dan berkoalisi dengan Belanda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!