Korban Banjir di Halmahera Tengah Malut Terima Bantuan

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 13:02 WIB
“Khususnya bulan Mei dan Juni mengalami intensitas tinggi mencapai lebih dari >150 mm dalam 1 bulan. Kondisi tanah yang cenderung terus menerus basah, akan memberikan dampak tingginya kejenuhan tanah meningkatkan potensi adanya banjir dan longsor,” ujar Zaki.

Berdasarkan pengamatan BMKG, perubahan suhu udara di wilayah Halmahera Tengah mengalami anomali positif atau mengalami tren pemanasan suhu udara. Kondisi ini meningkatkan potensi adanya pembentukan awan konvektif atau awan hujan.

Dari histori curah hujan, Zaki menuturkan bahwa wilayah Halmahera Tengah memiliki tren kenaikan curah hujan pada Mei hingga Agustus; beberapa kejadian bencana di wilayah Halmahera Tengah juga sering tercatat terjadi pada bulan Juli hingga September.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!