Kisah Heroik Arek Malang Tumpas Penjajah Belanda usai Proklamasi 17 Agustus 1945
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 08:30 WIB
“Tanggal 21 Juli 1947 masuk tapi terhenti di Lawang di hotel Niagara itu di depannya ada markas tentara yang dipakai Belanda juga. Tanggal 31 Juli 1947 itu perang di Oro-oro Dowo, Klojen,” ucap Eko Irawan, Sabtu (17/8/2024).
Pada peperangan itu prajurit pejuang kemerdekaan gugur dengan tragis dilindas tank Belanda. Sedangkan ada sekitar 35 arek-arek Malang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, ketika melawan Belanda.
Perlawanan lain di Kota Malang juga terjadi di sekitar kawasan markas pejuang di Ketawanggede hingga Sengkaling.
Baca Juga: Sejarah Perjuangan Gajah Mada Satukan Nusantara Sebelum Indonesia Merdeka
“Serangan umum sesuai instruksi Jenderal Sudirman yang diminta membuat serangan agar tahu bahwa Indonesia masih ada. Jadi bicara serangan umum tidak hanya di Yogyakarta saja, di Malang juga ada, ada dua kali skalanya memang nggak sebesar di Yogyakarta,” tuturnya.
“Selama ini kan mungkin yang dikenal peristiwa Malang Bumi Hangus di tahun 1947 waktu agresi militer pertama untuk mengantisipasi Malang diduduki itu dibakar semua, tapi setelah itu ada peperangan lagi dimana-mana,” imbuhnya.
Pada peperangan itu prajurit pejuang kemerdekaan gugur dengan tragis dilindas tank Belanda. Sedangkan ada sekitar 35 arek-arek Malang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, ketika melawan Belanda.
Perlawanan lain di Kota Malang juga terjadi di sekitar kawasan markas pejuang di Ketawanggede hingga Sengkaling.
Baca Juga: Sejarah Perjuangan Gajah Mada Satukan Nusantara Sebelum Indonesia Merdeka
“Serangan umum sesuai instruksi Jenderal Sudirman yang diminta membuat serangan agar tahu bahwa Indonesia masih ada. Jadi bicara serangan umum tidak hanya di Yogyakarta saja, di Malang juga ada, ada dua kali skalanya memang nggak sebesar di Yogyakarta,” tuturnya.
“Selama ini kan mungkin yang dikenal peristiwa Malang Bumi Hangus di tahun 1947 waktu agresi militer pertama untuk mengantisipasi Malang diduduki itu dibakar semua, tapi setelah itu ada peperangan lagi dimana-mana,” imbuhnya.
Lihat Juga :