Asal Mula Semboyan Bhinneka Tunggal Ika Lahir dari Disharmoni Kerajaan Majapahit

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 07:09 WIB
Dikutip dari “700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai” usai terpisah dan mengalami kerenggangan hubungan, masing-masing agama mempunyai candi yang berbeda dan terpisah, bahkan mempunyai arca-arca pemujaan yang dapat dibedakan dengan jelas satu sama lain.

Hanyalah Prasasti Kelurak yang ditulis pada tahun 782 Masehi, satu-satunya yang memberikan ungkapan penyamaan antara suatu konsep kebenaran agama Buddha dengan konsep kebenaran agama Siwa.

Dari sanalah akhirnya rumusan lebih tegas terkait hubungan antara kedua agama ini dicetuskan pada Kakawin Sutasoma.Kakawin ini ditulis semasa pemerintahan Sri Rajasanagara atau yang dikenal dengan Hayam Wuruk dengan bahasa Jawa kuno.

Di dalam Kakawin Sutasoma, pada Pupuh CXLVII bait satu jelas-jelas mengatakan bahwa karyanya itu adalah sebuah boddhacarita atau cerita yang bersifat buddha.

Baca Juga: Sejarah Perjuangan Gajah Mada Satukan Nusantara Sebelum Indonesia Merdeka

Sementara bait yang mengandung ungkapan Bhinneka Tunggal Ika terdapat pada Pupuh CXXXIX dengan bahasa Jawa kuno berbunyi:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!