Kisah Heroik Pemuda Menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok Jelang Proklamasi Kemerdekaan

Rabu, 14 Agustus 2024 - 16:41 WIB
Setelah sampai, Soekarno dan Hatta ditempatkan di ruang tunggu. Pemuda Singgih, salah satu pemimpin kelompok pemuda, bertanya kepada Soekarno apakah ia bersedia memproklamasikan kemerdekaan tanpa keterlibatan Jepang.

Untuk menekankan seriusnya pertanyaan tersebut, Singgih meletakkan senapannya di atas meja.

Baca Juga: Kisah Letnan Achijat, Legenda Pertempuran Heroik Surabaya yang Menewaskan Jenderal Mallaby

Namun, di tengah perundingan, Guntur yang masih bayi menangis. Fatmawati ingin menyusui Guntur, tetapi botol susu tertinggal di mobil sedan.

Beberapa prajurit Peta kemudian disuruh mencari botol susu tersebut. Hatta, yang tidak tahan mendengar tangisan bayi, mengambil Guntur dan menggendongnya hingga Guntur mengompoli Hatta kala itu.

Sementara itu, Soekarno sempat terpengaruh oleh rencana pemberontakan militer Peta dan Heiho yang diusulkan para pemuda.

Namun, ia kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan harus melalui komisi persiapan kemerdekaan dan memilih 17 Agustus sebagai tanggal yang tepat karena bertepatan dengan Jumat Legi dalam penanggalan Jawa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!