Kisah Dinasti Sanjaya dan Sailendra yang Berkuasa di Jawa Bagian Barat dan Tengah
Minggu, 11 Agustus 2024 - 06:32 WIB
Baca Juga: Kisah Cinta Ratu Shima dan Kartikeyasingha Lahirkan Dinasti Sanjaya dan Mataram
Dalam daftar tersebut, Śrī Sañjaya menempati urutan pertama, dengan sebutan Rakai Mataram Sang Ratu Sañjaya. Dari prasasti ini diperoleh informasi bahwa kerajaan yang didirikan Sañjaya bernama Mědang, tetapi lazim disebut Mataram Kuno oleh para sejarawan.
Prasasti Mantyäsih I menyebut nama leluhur Medang sesudah Rakai Mataram Sang Ratu Sañjaya ialah Śrī Mahārāja Rakai Panangkaran. Sementara itu, Prasasti Wanua Tengah III menyebut, Rakai Panangkaran naik takhta pada 4 Oktober 746.
Pada prasasti ini Rakai Panangkaran dikisahkan telah menganugerahkan sawah di Wanua Tengah sebagai sima (tanah perdikan) untuk wihara di Pikatan yang dibangun oleh Rahyangta i Hara, adik Rahyangta ri Mdang. Dari analisis terdapat kesamaan tokoh antara Rahyangta ri Mdang dengan Sanjaya.
Rakai Panangkaran sendiri mengeluarkan Prasasti Kalasan pada tahun 778 tentang pendirian bangunan suci untuk Dewī Tārā, atas per- mohonan para guru raja Sailendra. Pada prasasti itu, namanya tertulis Mahārājam Dyah Pañcapaņam Paņamkaraņām, hasil pembacaan ilmuwan F.D.K. Bosch, atau Mahārājam Tejah Pūrņapanna Panamkaraņām, sedangkan pada bagian akhir tertulis Kariyāna Panamkaranah.
Dalam daftar tersebut, Śrī Sañjaya menempati urutan pertama, dengan sebutan Rakai Mataram Sang Ratu Sañjaya. Dari prasasti ini diperoleh informasi bahwa kerajaan yang didirikan Sañjaya bernama Mědang, tetapi lazim disebut Mataram Kuno oleh para sejarawan.
Prasasti Mantyäsih I menyebut nama leluhur Medang sesudah Rakai Mataram Sang Ratu Sañjaya ialah Śrī Mahārāja Rakai Panangkaran. Sementara itu, Prasasti Wanua Tengah III menyebut, Rakai Panangkaran naik takhta pada 4 Oktober 746.
Pada prasasti ini Rakai Panangkaran dikisahkan telah menganugerahkan sawah di Wanua Tengah sebagai sima (tanah perdikan) untuk wihara di Pikatan yang dibangun oleh Rahyangta i Hara, adik Rahyangta ri Mdang. Dari analisis terdapat kesamaan tokoh antara Rahyangta ri Mdang dengan Sanjaya.
Rakai Panangkaran sendiri mengeluarkan Prasasti Kalasan pada tahun 778 tentang pendirian bangunan suci untuk Dewī Tārā, atas per- mohonan para guru raja Sailendra. Pada prasasti itu, namanya tertulis Mahārājam Dyah Pañcapaņam Paņamkaraņām, hasil pembacaan ilmuwan F.D.K. Bosch, atau Mahārājam Tejah Pūrņapanna Panamkaraņām, sedangkan pada bagian akhir tertulis Kariyāna Panamkaranah.
Lihat Juga :