Kisah Jenderal Sutiyoso Pimpin Kopassus Sikat Paraku yang Tunggangi Malaysia

Selasa, 06 Agustus 2024 - 16:23 WIB
Dalam buku “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando”, Sutiyoso mengisahkan bagaimana dia dan pasukannya berangkat dengan kapal menuju Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah tiba, mereka melanjutkan perjalanan menuju perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak, Malaysia, dengan menyusuri Sungai Kapuas dan berjalan kaki berkilometer-kilometer untuk mencapai daerah operasi.

Sebelum tiba di titik sasaran, Sutiyoso dan pasukannya menginap di rumah adat suku Dayak. Rumah Betang, dengan ruangan-ruangan yang dihuni berbagai keluarga, menjadi tempat istirahat mereka. Demi keamanan, mereka memilih tidur di kandang hewan peliharaan yang terletak di bagian bawah rumah.

Setelah perjalanan selama dua hari dua malam melewati hutan lebat, Sutiyoso dan pasukannya tiba di daerah operasi. Dengan cermat, Sutiyoso membaca situasi dan ancaman yang ada. Mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus ini memutuskan untuk menerapkan strategi antigerilya, mengingat musuh yang dihadapi sangat menguasai medan dan bergerak dengan taktik gerilya.

Sutiyoso bersama pasukannya berusaha mendekati kepala desa, kepala suku, dan masyarakat setempat untuk memisahkan mereka dari pengaruh gerilyawan. Dengan cara ini, mereka tidak hanya dapat mengidentifikasi musuh, tetapi juga menghentikan pasokan logistik kepada gerilyawan. Mereka berbaur dengan masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan, dan menjaga kewaspadaan tinggi.

Baca Juga: Kisah Hidup Jenderal Widodo, Matahari Kembar di TNI AD yang Disingkirkan Soeharto

"Saya dan pasukan sangat berupaya agar kepala desa atau kepala suku tidak membantu gerilyawan PGRS/Paraku. Jika mereka membantu, kami bisa disergap oleh PGRS/Paraku," kenang Sutiyoso.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!