Papua Butuh Analisis Lanskap untuk Pembangunan Hijau dan Revitalisasi Kakao

Rabu, 17 Juli 2024 - 16:00 WIB
Untuk produksi berkelanjutan di kawasan agroforestri kakao dan lainnya direkomendasikan pengkombinasian dengan tanaman endemik, yaitu Matoa, Durian, Sagu, Gamal, dan Pinang yang bisa disilangkan dengan vanili (Vanilla planifolia). Aktivitas produksi berkelanjutan yang dilakukan harus mengikuti sejumlah prinsip, yaitu tidak menebang atau membakar pohon, khususnya spesies pohon endemik, membuat area penyangga antara kebun dengan daerah hutan lindung, sumber air dan pemukiman, serta menanam spesies asli di area penyangga.

Baca Juga : Kerap Meneror Warga Sipil, Aparat TNI Melumpuhkan 3 Orang Gerombolan OPM

Kepala Bidang Ekonomi dan Penanaman Modal Bappeda Kabupaten Jayapura, Johan Manggo SP, menyatakan bahwa Analisis Area Go & No Go ini atau dokumen serupa lainnya dari mitra pembangunan bisa dimasukkan dalam dokumen perencanaan pemerintah, seperti RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang sekarang tengah direvisi, atau ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Peluang pengembangan perkebunan kakao masih terbuka lebar karena masih tingginya permintaan pasar internasional dan domestik. Indonesia harus memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan daya saing produk melalui peningkatan kualitas dan inovasi produk kakao.

“Kabupaten Jayapura sebagai bagian dari Provinsi Papua, memiliki hutan primer yang begitu luas, namun rencana tata ruang Kabupaten mengindikasikan ancaman deforestasi masih cukup tinggi. Oleh karena itu, IDH dengan Orien mengadakan studi Go/No-Go, untuk melihat secara komprehensif, adanya kemungkinan inovasi model bisnis baru yang bebas deforestasi, dan sesuai hasil studi, di Kabupaten Jayapura bisa dilakukan agroforestri kakao yang menekankan 3 hal, yaitu revitalisasi kakao terutama di wilayah penyangga hutan, proteksi terhadap kawasan ulayat, dan inklusi masyarakat lokal”, ujar Ari Sutanti, Program Director Yayasan Inisiatif Dagang Hijau.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!