Kisah Ratu Jay Shima: Dari Putri Pendeta Menjadi Raja Perempuan Pertama di Jawa

Jum'at, 28 Juni 2024 - 06:59 WIB
Di usia yang sudah cukup tua, yakni 63 tahun, Jay Shima naik tahta menggantikan suaminya. Penobatan ini terjadi karena kedua anaknya masih terlalu muda untuk mengambil alih kepemimpinan. Dengan demikian, Jay Shima dinobatkan sebagai raja dengan nama abhiseka Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara. Ia memimpin dengan kebijaksanaan dan keteguhan hati, menjadi simbol kekuatan perempuan di tengah dominasi kepemimpinan pria pada masa itu.

Selama masa pemerintahannya, Jay Shima dikenal menjalin hubungan dengan Kerajaan Galuh, namun menolak tawaran hubungan bilateral dengan Sriwijaya. Keputusannya ini didasari oleh kesetiaannya terhadap mertuanya, Sribuja, yang wilayah kekuasaannya pernah diserang oleh Sriwijaya. Sikap ini menunjukkan prinsip kuat Jay Shima dalam mempertahankan kehormatan dan warisan keluarganya.

Kisah Ratu Jay Shima adalah cermin dari kekuatan, kebijaksanaan, dan kesetiaan seorang perempuan yang berhasil menaklukkan tantangan dan memimpin dengan hati yang teguh. Ia tidak hanya menjadi simbol kepemimpinan perempuan pertama di Pulau Jawa, tetapi juga meninggalkan jejak yang mendalam tentang pentingnya prinsip dan kehormatan dalam memimpin sebuah kerajaan.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!