Prabowo Janji Aliri 7.000 Hektare Lahan Pertanian di Gunungkidul

Senin, 03 Juni 2024 - 16:32 WIB
Prabowo langsung mendengarkan penjelasan singkat dari Rektor Unhan, Letjen TNI Johny Mahrosa. Dilanjutkan dengan meninjau fasilitas air bersih tersebut di mana ada beberapa pipa air bersih yang terlihat memancarkan air untuk pengairan lahan pertanian.

Baca juga: Gerak Cepat Cegah Ancaman Krisis Air, Prabowo Resmikan 11 Sumber Mata Air di Sumbawa

Setelah beberapa jam kemudian Prabowo mulai terlihat bakal meninggalkan lokasi. Ratusan warga yang dari pagi menunggu kehadiran Prabowo berebut untuk bersalaman berfoto serta berebut kaus yang dibagi-bagikan.

Menhan Prabowo Subiyanto mengungkapkan kunjungannya ke Gunungkidul kali ini untuk meninjau proyek pengairan di Gunung Kidul yang dilaksanakan oleh Universitas Pertahanan di Gunungkidul. Di mana di wilayah ini ada potensi air yang sangat besar di bawah tanah dan belum banyak dimanfaatkan warga.

"Hari ini sudah sekitar 700 hektar (terairi). Insya Allah nanti sampai 7.000 hektare," kata Menhan.

Di hadapan Prabowo, Letjen TNI Johny Mahrosa menjelaskan, Universitas Pertahanan mencoba mengangkat air dari sungai bawah tanah yang ada di Gua Buntet. Melalui peralatan yang mereka bangun, maka air di sungai bawah tanah di Goa Buntet biasa diangkat ke permukaan dengan ketinggian 98 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dengan menghabiskan pipa air sepanjang 79,5 km maka air dari dalam goa sudah dimanfaatkan para petani untuk mengairi sawah mereka. Dengan debit air 80 liter per detik maka dalam 8 jam mampu menghasilkan air dalam 30 tandon berukuran 5.500 liter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!