Kudeta Kekuasaan Tamperan Barmawijaya Pecah Kerajaan Jadi Sunda dan Galuh

Sabtu, 11 Mei 2024 - 06:39 WIB
Karena anaknya permpuan, Rakryan Medang mewariskan kekuasaannya pada Rakryan Hujungkulon atau Prabu Gilingwesi menantunya yang berkuasa di Sunda pada783 - 795.

Tetapi Rakryan Hujungkulon hanya memiliki anak perempuan, maka kekuasaan Sunda jatuh ke Rakryan Diwus atau Prabu Pucukbumi Dharmeswara, menantunya yang berkuasa pada795 - 819.

Baca Juga: Kisah Kematian Tamperan dan Pangereyep usai Dihujani Ribuan Panah Geger Sunten

Kemudian dari Rakryan Diwus kmi kekuasaan Sunda jatuh ke Rakryan Wuwus, putranya yang menikah dengan putri Welengan, Raja Galuh pada tahun806 - 813. Kekuasaan Galuh kemudian jatuh pada Rakryan Wuwus, saat Prabu Linggabhumi saudara iparnya mangkat.

Selama menjabat Raja Sunda, Rakryan Wuwus bergelar Prabu Gakahkulon.Sepeninggalnya, tahta Sunda jatuh ke Arya Kadatwan, tetapi karena Arya Kadatwan banyak tak disukai para pejabat istana Sunda, ia akhirnya dibunuh pada 895.

Tahta Sunda kemudian jatuh pada Rakryan Windusakti putranya, kemudian diturunkan lagi ke Rakryan Kamuninggading pada 913.Tetapi baru memerintah tiga tahun, kudeta kembali meruntuhkan kekuasaannya.

Sosok Rakryan Jayagiri yang melakukan kudeta terhadap Rakryan Kamuninggading pada 916. Sepeninggal Rakryan Jayagiri yang naik tahta, kini giliran Rakryan Watuagung yang notabene menantunya naik tahta pada 942.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!