Kudeta Kekuasaan Tamperan Barmawijaya Pecah Kerajaan Jadi Sunda dan Galuh

Sabtu, 11 Mei 2024 - 06:39 WIB
Namun lagi - lagi kudeta meruntuhkan kekuasaan Watuagung, yang dilakukan Limburkancana, putra dari Rakryan Kamuninggading pada tahun 954.

Sesudah Limburkancana naik tahta dan tahun, digantikan putra sulungnya Rakryan Sundasambawa pada 964. Tetapi karena Sundasambawa tidak memiliki seorang anak laki-laki, tahta kekuasaan jatuh berikutnya ke tangan sang adik iparnya.

Berikutnya berturut-turut Rakryan Gendang atau Prabu Brajawisesa, Prabu Dewa Sanghyang, Prabu Sanghyang Ageng, Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati memerintah.

Kemudian pada tahun 1042, giliran Dharmaraja naik tahta, disusul Prabu Langlangbhumi pada 1064, Rakryan Jayagiri Prabu Menakluhur pada tahun 1054 naik tahta. Kemudian diteruskan oleh Prabu Dharmakusuma pada 1156, dan Prabu Guru Dharmasiksa di tahun 1175.

Semasa pemerintahan Dharmasiksa inilah pusat pemerintahan Sunda dipindahkan ke Pakuan Pajajaran.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!